Harga Minyak Tergelincir Lagi

Harga Minyak Tergelincir Lagi

- detikFinance
Rabu, 10 Jan 2007 10:48 WIB
Singapura - Harga minyak kembali tergelincir hingga level terendah dalam 1,5 tahun terakhir. Harga minyak telah merosot hingga 12 persen sejak awal tahun 2007.Pada perdagangan Rabu (10/1/2007) di Singapura, kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Februari turun 7 sen ke level US$ 55,57 per barel.Sementara minyak jenis Brent pengiriman Februari turun 9 sen ke level US$ 55,09 per barel, setelah sempat menembus US$ 53,88 per barel di London."Saya kira faktor pendorong pasar pada saat ini masih terpaku pada turunnya permintaan minyak bakar akibat musim dingin yang lebih hangat," ujar Steve Rowles, analis dari CFC Seymour seperti dikutip dari AFP.Seiring menghangatnya musim dingin di Amerika Serikat (AS) dan Eropa, permintaan minyak pun berkurang. Hal itulah yang memicu turunnya harga minyak hingga 12 persen sepanjang awal tahun 2007."Ketika Anda bisa memakai kaos saja di New York di bulan Januari dan disepanjang wilayah Timur, maka tidak akan ada permintaan minyak disana," ujar Bart Melek, analis dari BMO Capital Markets.Para ahli cuaca memperkirakan musim dingin yang tidak normal yakni dengan temperatur yang lebih hangat di sepanjang wilayah Timur Laut AS dalam 10 hari mendatang.Melihat terus merosotnya harga minyak, OPEC kemungkinan akan segera mengambil berbagai langkah antisipasi. OPEC diperkirakan mempercepat pemotongan produksinya."Saya tidak melihat OPEC akan segera menggelar pertemuan penting untuk meresponsnya. Tapi mungkin OPEC akan mengimplementasikan pemangkasan produksi lebih cepat dari jadwal semula Februari," tambah Rowles. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads