Kemiskinan Tinggi, Hati-hati Serangan Tsunami Ekonomi di 2007
Rabu, 10 Jan 2007 13:58 WIB
Jakarta -
Tingginya angka kemiskinan dan pengangguran pada 2006 dapat menjadi sebuah ancaman baru di tahun 2007. Tsunami ekonomi akan menyerang rakyat kita seperti halnya pada 1998 lalu."Lama-lama masyarakat sudah tidak canggung lagi menanggung penderitaan. Apalagi sekarang mereka dihadapkan pada maraknya bencana alam, kecelakaan transportasi, dan musibah lainnya," kata Sekjen Dewan Pengawas Habibie Center, Sofyan Effendy. Hal tersebut disampaikan Sofyan dalam acara 'Refleksi 2006, Perspektif 2007. Mencegah Ledakan Bom Waktu Kemiskinan dan Pengangguran' di Habibie Center, Jl Kemang Selatan, Jakarta, Rabu (20/1/2007). Diskusi ini juga dihadiri Abdul Malik Fadjar, Muladi, Sofyan Effendy, Indria Samego, Andrinof A Chaniago, dan Umar Juworo. Menurutnya, klaim pemerintah mengenai membaiknya kondisi ekonomi makro merupakan suatu hal yang bertolak belakang dengan kejadian sesungguhnya. Di tingkat mikro, kondisi ekonomi Indonesia malah semakin menurun. "Sedangkan pemerintah tidak memiliki kepekaan yang cukup," ujar Rektor UGM ini.Sementara itu pengamat ekonomi lainnya, Andrinof A Chaniago, menjelaskan bahwa faktor kemiskinan dan pemiskinan disebabkan banyak fakor. Antara lain, kebijakan pemerintah yang terlalu percaya pada anggaran. "Sedangkan hidup di Jakarta saja sudah sulit," jelasnya.Faktor lainnya, adalah masalah kerumitan birokrasi dan turunnya kualitas hidup."Ini semua yang membuat macet ekonomi kita di masa mendatang," tandasnya.
(ary/qom)










































