9 Wilayah Masuk Hitungan Neraca Gas

9 Wilayah Masuk Hitungan Neraca Gas

- detikFinance
Rabu, 10 Jan 2007 15:12 WIB
Jakarta - Sebanyak 9 daerah menjadi bahan pengkajian neraca gas atau gas balance yang dibuat oleh Dirjen Migas. Ke-9 daerah itu adalah Aceh, Sumut, Sumatera bagian Tengah, Sumsel, Jabar, Jawa Tengah, Kaltim, Jatim dan Papua.Hal tersebut disampaikan Dirjen Migas Luluk Sumiarso saat ditemui di kantornya, di Plasa Centris, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (10/1/2007)."Dari sini kita akan lihat bagaimana kebutuhannya, penyediaan gasnya, lalu apakah dia commited ke dalam negeri atau luar negeri," ujarnya.Wilayan yang paling tinggi permintaan gasnya adalah pulau Jawa. Namun sayangnya, Luluk enggan menyebutkan wilayah penyuplai terbesar. "Belum saatnya," tegasnya.Melalui gas balance akan diketahui daerah mana yang defisit dan surplus gas. Dan jika diketahui ada daerah yang defisit, maka akan dicarikan solusinya. "Kalau gas yang paling bagus kan dari sekitarnya. Sedangkan kalau memang membutuhkan dari tempat lain karena defisit itu berarti membutuhkan infrastruktur lebih. Maka kita rencanakan, apakah menggunakan pipa atau dengan kapal. Kalau dengan kapal, berarti kan membutuhkan terminal juga," katanya.Neraca gas yang akan selesai penyusunannya pada bulan Januari ini diharapkan bisa digunakan untuk mengetahui berapa persisnya kebutuhan gas. Selama ini, banyak yang mempertanyakan kebijakan ekspor Indonesia di tengah kekurangan pasokan dalam negari."Ini untuk mengetahui kebutuhan dan penyediaan gas masing-masing daerah, karena selama ini dipertanyakan kenapa Indonesia mengekspor gas padahal untuk di dalam negeri kurang," ujarnya.Menurut Luluk, masalah ekspor merupakan implementasi kontrak belasan tahun yang lalu. Pada saat itu, gas belum terlalu banyak peminat. Namun dalam perkembangannya, peminat gas dari dalam negeri ternyata terus meningkat."Jadi setelah kontrak habis, baru bisa dibicarakan, karena yang mengikat adalah yang sudah diteken itu," kata Luluk. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads