Harga Minyak Sentuh US$ 52
Kamis, 11 Jan 2007 17:00 WIB
Jakarta - Harga minyak dunia kembali melorot dan menyentuh level US$ 52 per barel. Namun diperkirakan penurunan harga minyak ini hanya bersifat sementara.Pada awal perdagangan Kamis (11/1/2007) di London, harga minyak jenis Brent pengiriman Februari turun 1,09 dolar ke level US$ 52,60 per barel. Level ini berarti terendah sejak 13 Juni 2005, saat harga menyentuh US$ 52,88 per barel.Sementara kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Februari di awal perdagangan elektronik juga melorot hingga 1,08 dolar ke level US$ 52,94 per barel. Level tersebut juga terendah sejak Juni 2005.Menurut pengamat perminyakan Kurtubi, penurunan harga minyak dunia tersebut hanya bersifat sementara. "Ini karena musim dingin di AS cenderung lebih hangat. Jadi penggunaan bahan bajar lebih rendah dari yang diperkirakan," ujar Kurtubi di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta.Kurtubi memperkirakan, jika permintaan sudah kembali meningkat, maka harga minyak pun akan pulih. Ia memrediksi harga minyak akan bergerak pada kisaran US$ 60-70 per barel sepanjang tahun 2007 ini. Sedangkan pada triwulan I-2007, diperkirakan rata-rata harga minyak dunia adalah US$ 60 per barel.Dan jika konflik Iran-AS memanas terkait masalah nuklir, Kurtubi memperkirakan harga minyak bisa melonjak hingga US$ 80 per barel.
(qom/ir)











































