Fahmi: Kenaikan Harga Gas Industri Tak Terhindarkan

Fahmi: Kenaikan Harga Gas Industri Tak Terhindarkan

- detikFinance
Kamis, 11 Jan 2007 17:02 WIB
Jakarta - Rencana PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menaikkan harga gas sebesar 10 persen pada sekitar pertengahan tahun 2007 tak dapat dihindari. Namun Pertamina, PGN dan industri harus duduk bersama agar bisa menetapkan harga yang relatif tetap terjangkau."PGN kan sudah public company, itu merdeka 100 persen dari segala hal. Jadi posisinya sama kuat karena sama-sama swasta. Kebanyakan pemerintah harus ikut campur semua hal tapi sekarang sudah tidak mungkin lagi," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (11/1/2007).Protes di kalangan pengusaha, menurut Fahmi bisa dibicarakan secara korporasi melalui proses business to business atau b to b. Perusahaan diminta jangan sungkan-sungkan berdialog dengan PGN. Fahmi pun mencontohkan perusahaan asal Inggris Royal Doulton yang sudah berbicara langsung dengan PGN."Seyogyanya terjadi pembicaraan b to b, yang diatur pemerintah hanyaPertamina. Misalnya kenapa Pertamina menjual kepada PGN harga yang tidak rasional atau kenapa dijual melebihi harga pasar dunia. Ini yang bisa pemerintah pertanyakan," katanya.Menurut Fahmi, tidak jamannya lagi segala sesuatu harus dicampuri oleh pemerintah. "Semuanya tidak bisa diatur oleh pemerintah dalam jaman yang serba bebas ini. Masa pengen-nya kembali ke jaman dahulu kala," ketusnya. (arn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads