Laporan dari Filipina
NSW Akan Diterapkan di Tj Priok
Jumat, 12 Jan 2007 09:32 WIB
Cebu - Setelah menerapkan National Single Window (NSW) di Batam, pemerintah akan menerapkan aturan serupa di Pelabuhan Tanjung Priok. Sistem satu pintu ini akan diterapkan di Tanjung Priok mengingat sekitar 60 persen perdagangan dilakukan di salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam wawancara di Ocean Wing Lt.8, Shangri-La Mactan Island Resort & Spa-Cebu, Jumat (12/1/2007) pukul 09.30 waktu Cebu, Filipina seperti dilaporkan koresponden detikcom Karina Noviantika."Indonesia tahun lalu sudah melakukan pilot project (NSW) di Batam. Tahun ini target kita di Tanjung Priok. Sekitar 60 persen perdagangan kita di Tanjung Priok," jelas Mari,Mari menambahkan, Indonesia menargetkan bisa menyelesaikan NSW pada tahun 2007. Sehingga pada tahun 2008, target ASEAN Single Window bisa dirampungkan.Dengan sistem NSW, jelas Mari, seluruh sistem ekspor impor akan dilakukan dalam satu pintu dengan sistem elektronik. Sistem ini akan melibatkan 35 instansi pemerintah. "Prosedur ekspor impor harus dijadikan satu dan dikoordinasikan," tambahnya.Untuk itu, lanjut Mari, harus dibuat satu sistem IT yang mendukung antara bea cukai, departemen perdagangan, departemen perhubungan dan instansi-instansi kunci. Berkaitan dengan ASEAN Economic Community, Mari mengungkapkan kemungkinan pencapaiannya akan dipercepat dari semula tahun 2020 menjadi 2015. Dengan ASEAN Economic Community, maka perdagangan barang, jasa dan perburuhan akan bebas."Untuk mencapai target tersebut sudah disusun suatu cetak biru bagaimana kita mencapai ASEAN Economic Community tersebut, dan menggunakan semacam scorecard atau rapor di masing-masing bidang untuk mencapai hal tersebut," jelas Mari. Selain itu, akan ada langkah prioritas yang disusun dan harus dikerjakan oleh setiap negara hingga tahun 2015. Dalam rentang waktu sekitar 8 tahun itu, akan disusun program yang terbagi dalam 4 periode. "Mulai tahun ini akan dilaporkan setiap 6 bulan supaya kita melihat progress-nya. Selama ini yang selalu menjadi hambatan terhadap pencapaian-pencapaian target ASEAN adalah implementasi dan komitmen yang jelas," katanya. Indonesia juga akan berupaya mengikuti ketentuan itu dengan menjamin perdagangan barang yang lebih bebas tanpa hambatan.
(qom/ir)











































