Harga Minyak Pulih Februari

Harga Minyak Pulih Februari

- detikFinance
Jumat, 12 Jan 2007 17:16 WIB
Jakarta - Penurunan harga minyak mentah dunia saat ini di luar perkiraan OPEC. Namun diperkirakan setelah pemangkasan produksi efektif pada Februari mendatang, harga minyak akan kembali normal."Kalau pemotongan yang 1,7 juta barel sudah efektif pada Januari, maka keseimbangan harga dunia akan bagus. Permintaan akan sama dengan suplai, harga akan naik lagi," ujar Gubernur OPEC untuk Indonesia Maizar Rahman di kantor Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Jumat (12/1/2007).OPEC telah memutuskan pemangkasan produksi selama dua kali yakni sebanyak 1,2 juta barel per Oktober 2006 dan 500 ribu barel per Februari.Menurut Maizar, pada waktu OPEC memutuskan pemangkasan produksi, tidak diperkirakan akan datang musim dingin yang lebih hangat seperti yang terjadi disejumlah belahan dunia saat ini."Waktu pemotongan 1,7 juta dilakukan itu tidak kita pikirkan kalau ternyata dinginnya itu lunak. Dengan sendirinya permintaan minyak Amerika dari utara juga berkurang hingga 10 persen," ujarnya.Mengenai pemangkasan produksi, lanjut Maizar, kemungkinan Indonesia tidak akan mengikuti ketentuan OPEC itu. "Indonesia sebenarnya memang punya kewajiban untuk memotong, tapi karena produksinya sejak 2005 di bawah kuota, ya tidak disuruh dipotong, makanya ada semacam solidarity atau kesetiakawanan untuk tidak dipotong," jelasnya.Maizar menambahkan, OPEC juga belum memutuskan untuk menggelar pertemuan darurat terkait melorotnya harga minyak hingga level US$ 52 per barel itu. "Keputusan resmi belum ada. Sekarang kita nggak pegang lagi price brand. Jadi keputusan ordinary meeting kalau semua anggota merasa perlu. Jadi ada semacam rundingan," ujarnya. (qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads