Perbankan Maju, Kemiskinan dan Pengangguran Masih Tinggi

Perbankan Maju, Kemiskinan dan Pengangguran Masih Tinggi

- detikFinance
Senin, 15 Jan 2007 00:28 WIB
Jakarta - Meski perbankan Indonesia memiliki sistem dan aturan yang lebih maju dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya, namun hal tersebut tidak sejalan dengan kondisi perekonomian di Indonesia. Bank Indonesia (BI) dirasa perlu untuk memberikan suatu stimulus dan kebijakan yang mendukung perekonomian."Di regional perbankan kita sudah paling maju. Kita lebih cepat dari yang lain padahal angka pengangguran dan kemiskinan kita masih tinggi," kata Menneg BUMN Sugiharto, disela-sela acara Media Gathering bersama Kementerian BUMN, di Gunung Mas PTPN VIII, Bogor, Jawa Barat, Minggu(14/1/2007).Diuraikan Sugiharto, untuk kinerja perbankan nasional yang telihat dari penyaluran dana (LDR), yang hanya mencapai sekitar 60 hingga 65 persen, ini menunjukkan bahwa dana yang dikelola oleh perbankan masih banyak yang tidak tersalurkan ke kredit untuk sektor riil. Namun ke instrumen pasar seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN)."Jadi ada uang yang nganggur di SBI, akhir tahun lalu sekitar 200 trilun, bunganya harus dibayar oleh BI. Kalau setahun 10 persen misalnya,ini beban BI 20 triliun," jelas Sugiharto.Dipaparkan Sugiharto bahwa memang untuk meningkatkan perekonomian, BI melalui acara tahunan Bankers Dinner, telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang salah satunya adalah kebijakan untuk peningkatan peran sektor rill melalui peningkatan fungsi intermediasi perbankan, namun kebijakan tersebut harus ditambahkan stimulus dan segera diimplementasikan."Saya kira pidato kemarin belum merupakan kebijakan dan akan disusul oleh PBI (Peraturan BI). Intinya, dgn LDR 60 persen pertumbuhannya cukup baik, itu semua belum cukup karena kredit bank masih terlalu lamban sehingga BI perlu memberikan stimulus," urai Sugiharto. (hdi/ary)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads