Produksi Migas Didongkrak 30%, Subsidi Listrik dan BBM Dipangkas

Produksi Migas Didongkrak 30%, Subsidi Listrik dan BBM Dipangkas

- detikFinance
Senin, 15 Jan 2007 19:43 WIB
Jakarta - Departemen ESDM ditargetkan menaikkan produksi migas sebesar 30 persen dalam 3 tahun. Sementara subsidi BBM dan listrik dalam 3 tahun akan dikurangi yakni dari Rp 70 triliun pada tahun 2007 menjadi Rp 10 triliun pada 2009.Hal itu merupakan kesimpulan dari rapat yang digelar di Departemen ESDM, Jakarta, Senin (15/1/2007) dan dipimpin Wapres Jusuf Kalla. Rapat berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 18.00 WIB."Kita akan review secara detail. Tapi ini akan kita lakukan year by year," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.Kenaikan produksi itu dinilai penting mengingat produksi migas Indonesia terus turun sejak tahun 2000. "Kita pernah mencapai produksi 1,4 juta, sekarang di bawah 1 juta," kata Wapres. Terkait masalah-masalah teknis yang berkaitan dengan departemen lain, diusahakan selesai dalam 2 minggu. "Sudah diuraikan kendala-kendalanya, kehutanan, keuangan sehingga kita yakin bisa tercapai," kata Wapres Jusuf Kalla.Purnomo mengatakan, masalah dengan Departemen Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Departemen Kehutanan harus diselesaikan. Koordinasi yang dilakukan bisa berupa koordinasi bilateral ataupun diatur di bawah koordinasi Menko Perekonomian.Namun rapat tidak membahas masalah yang lebih teknis seperti aturan bea masuk, bea cukai dan lapangan-lapangan mana yang akan ditambah. Pemerintah akan berupaya mengurangi subsidi terutama listrik dan minyak tanah. "Saat ini memang subsidi terbesar ada pada listrik dan minyak tanah. Yang diusahakan adalah mengganti BBM untuk listrik menjadi batubara seperti pada proyek 10 ribu megawatt," tambahnya.Sedangkan untuk mengganti subsidi minyak tanah dilakukan dengan mengkonversi minyak tanah ke elpiji. Sehingga bisa menurunkan subsidi dari Rp 30 triliun menjadi Rp 7 triliun. Untuk itu, dibutuhkan investasi Rp 15 triliun. Purnomo menjelaskan, untuk titik awal pencapaian target ini, minyak ditargetkan produksi 1 juta bph dan gas sebanyak 7,5 juta bcf. "Kita yakin 1,3 juta bisa dicapai dalam 3 tahun," tandasnya. (qom/hdi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads