16 Kontrak Migas Ditandatangani

16 Kontrak Migas Ditandatangani

- detikFinance
Selasa, 16 Jan 2007 12:35 WIB
Jakarta - Bersamaan dengan pagelaran Indogas 2007, sebanyak 16 Kontrak Wilayah Kerja Migas 2006 ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dan KPS.Acara penandatanganan yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Selasa (16/1/2007) disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga bertindak sebagai pembuka acara.Dari pihak pemerintah diwakili oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan Kepala BP Migas Kardaya Warnika. KPS yang ikut menandatangani adalah:1. Trans World Eksploration Ltd untuk wilayah kerja Duyung, Laut Natuna2. Indoreach Eksploration Ltd untuk wilayah kerja Pari, Laut Natuna3. Konsorsium PT Mosesa Petroleum, PT Kencana Surya Perkasa dan PT Petross Eksploration Production untuk wilayah kerja Tonga, Daratan Sumut4. Ranhill Jambi untuk wilayah kerja Batu Gajah, Sumatera Tengah5. Konsorsium PT Gregori Gas Perkasa dan CNOCC untuk wilayah Batanghari, daratan Sumatera Tengah6. PT Odira Energi Karang Agung untuk wilayah kerja Karang Agung, daratan Sumsel7. Star Energy untuk wilayah Sekayu, daratan Sumsel8. Petrojava North Kangean untuk wilayah kerja North Kangean, lepas pantai Jatim9. Konsorsium Mitra Energi dan Pearl Oil untuk wilayah Baru, lepas pantai Jatim10. PT Kalimantan Kutai Energi untuk wilayah West Sangata, daratan Kaltim11. Pandawa Prima Lestari untuk wilayah Wain, daratan Kaltim12. Konsorsium Epindo Kutai Ltd dan Serica Kutei untuk wilayah Kutai, daratan dan lepas pantai Kaltim13. Konsorsium PT Gema Terra dan Tately dan TGS Nopec untuk wilayah Budong-budong, Sulbar14. Konsorsium ConocoPhilips dan Stat Oil untuk wilayah Kuma, lepas pantai Sulbar15. Pearl Oil untuk wilayah Karana, Selat Makassar16. Konsorsium Japex Buton dengan Premier Oil dan Kufpec untuk wilayah Button, daratan dan lepas pantai Sultra."Dalam kontrak ini total investasi mencapai US$ 201,038 juta," kata Purnomo dalam sambutannya.Masa kontrak 3 tahun pertama adalah untuk eksplorasi, yang terdiri dari studi geologi dan geofisika senilai US$ 23,7 juta, survei seismik 3D seluas 1.280 km persegi senilai US$ 22,77 juta, survei seismik 2D sepanjang 8.260 km ditambah 900 km repro senilai US$ 29,168 juta, komitmen pengeboran sumur eksplorasi sebanyak 26 sumur senilai US$ 125,4 juta. Dari kontrak itu, pemerintah akan menerima bonus tanda tangan sebesar US$ 25,45 juta. Ke-16 kontrak migas ini dilakukan dalam rangka meningkatkan produksi gas. "Kami optimistis gas akan bisa terus ditingkatkan. Ini disebabkan banyaknya investasi yang masuk," kata Purnomo. Janji-janji InsentifPemerintah berniat menggenjot produksi gas nasional hingga 30 persen pada 2009. Untuk merealisasikannya, kemudahan dan kebijakan baru gas dijanjikannya para investor yang berniat masuk. "Pemerintah memberikan kepastian hukum, tax reform dan gas policy yang menarik agar investor tertarik masuk untuk melakukan eksplorasi," ujar Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY). Janji di atas ia sampaikan dalam pidatonya meresmikan pembukaan acara pameran dan konferensi internasional Indonesia Gas 2007 di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Selasa (16/1/2007). Sayang, tidak dirinci lebih jauh tentang janji tersebut. Presiden mengulangi kembali dorongannya ke kalangan di dalam negeri untuk meningkatkan dan mempercepat penggunaan gas sebagai bahan bakar untuk keperluan industri dan rumah tangga. Sebab minyak yang digunakan selama ini, ketersediaan cadangannya makin kecil sehingga harganya cukup tinggi. Pemerintah sendiri tengah melakukan konversi dari BBM ke gas di sejumlah pembangkit listrik. Proyek serupa akan dikerjakan pula dalam bidang transportasi. "Kini sudah waktunya kita menggunakan gas sebagai bahan bakar menggantikan minyak. Gas lebih murah dan bersih," ujarnya. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads