7 Sektor Manufaktur 'Bernafas' Lagi
Selasa, 16 Jan 2007 16:50 WIB
Jakarta - Tujuh sektor manufaktur strategis yang sempat pingsan pada tahun lalu diprediksi bangkit lagi di tahun ini. Membaiknya daya beli masyarakat, seiring dengan pulihnya kondisi makro ekonomi dan ekspor menjadi pendorongnya.Ketujuh sektor manufaktur strategis yang bisa 'bernafas' lagi di tahun ini adalah industri makanan dan minuman, tekstil, sepatu, otomotif, elektronik, baja, serta semen."Saat ini sektor konsumsi akan membaik, misalnya makanan dan minuman. Setelah itu, industri sandang papan termasuk tekstil dan sepatu. Selain itu, sektor bahan bangunan akan meningkat termasuk semen dan baja seiring infrastruktur yang jalan. Daya beli yang membaik juga akan mengangkat industri otomotif motor dan mobil," papar Sekjen Departemen Perindustrian (Depperin) Agus Tjahajana, di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (16/1/2007).Menurut Agus, pemerintah menargetkan utilisasi industri nasional mencapai 80 persen pada 2009. Sedangkan penyerapan tenaga kerja di sektor industri manufaktur nasional ditargetkan mencapai 500 ribu orang per tahun.Sejalan dengan kondisi pasar dalam negeri dan ekspor membaik ini, ungkap Agus, pemerintah akan memperketat pengamanan pasar dalam negeri dari produk ilegal. "Ini masalah utama yang perlu diselesaikan secepatnya, karena industri dalam negeri harus bayar PPN (Pajak Pertambahan Nilai) tapi ilegal tidak, begitu juga dengan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah)," tutur Agus.Menurut Agus, jika permintaan pasar domestik dan ekspor naik, itu perlu ditopang dengan investasi. Kalau tidak, kemampuan industri tidak bisa mengisi permintaan tersebut."Sekarang harus ada investasi supaya 2009 tidak kehilangan momentum," kata Agus.
(arn/ir)











































