Impor Bibit Padi Hibrida Bakal Mulus
Rabu, 17 Jan 2007 13:20 WIB
Jakarta - Permintaan impor bibit padi hibrida oleh produsen benih bakal mulus. Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriantono mengaku tidak keberatan terhadap rencana tersebut."Permintaan impor ini tidak masalah karena 2/3 kebutuhan sudah diproduksi dalam negeri. Mereka mintanya impor 100 ribu ton," kata Mentan, disela-sela acara seminar menyelamatkan ekonomi bangsa yang diselenggarakan oleh parpol, di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta, Rabu (17/1/2007). Permintaan impor bibit padi hibrida ini, menurut produsen bibit, adalah upaya untuk mencapai target peningkatan produksi gabah 2007 sebesar 2 juta ton menjadi 56,47 juta ton gabah kering giling.Produsen bibit hibrida juga meminta kepada pemerintah agar mempermudah birokrasi impor bibit hibrida. Selain menggalakkan lagi program penyuluhan penggunaan bibit hibrida."Strategi pemerintah kali ini bagaimana merangkul swasta, untuk menyukseskan program penggunaan bibit hibrida di tingkat petani terkait penambahan produksi gabah 2 juta ton," kata Mentan.Sementara Dirjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan (Depdag) Diah Maulida membenarkan, telah ada permintaan izin impor bibit hibrida yang suratnya masuk pada akhir Desember lalu.Diakui Diah, untuk mendapatkan izin impor ini memang tidak mudah karena perlu dua rekomendasi dari Dirjen Tanaman Pangan Deptan dan Direktorat Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian Deptan."Kalau tidak salah ada 2 produsen benih yang meminta salah satunya Sang Hyang Sri (BUMN khusus benih)," kata Diah.Impor bibit hibrida secara rutin dilakukan oleh PT Bayer Indonesia yang ditujukan untuk penelitian namun jumlahnya hanya 10 ton.
(ir/qom)











































