PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) (BRI) kembali mengadakan program Desa BRILiaN 2024 melalui 'Kick Off New Desa BRILiaN 2024 Batch 1'. Program tersebut nantinya bakal mengadakan pelatihan untuk desa-desa agar bisa memaksimalkan potensi mereka.
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan awal dari penyelenggaraan program Desa BRILiaN 2024. Peserta Desa BRILiaN mendapatkan sejumlah materi dan pelatihan untuk selanjutnya dapat mengikuti setiap proses yang dilaksanakan dalam program Desa BRILiaN 2024.
"Pelatihan-pelatihan yang dilakukan meliputi pelatihan kepemimpinan, kelembagaan desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kewirausahaan, inovasi desa, digitalisasi desa, teknik komunikasi dan materi tematik lainnya yang sangat dibutuhkan oleh desa," kata Supari dalam keterangan tertulis, Senin (29/4/2024).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan nantinya pelatihan bakal dilakukan selama 1-2 bulan secara daring. Setiap sesinya peserta bakal diberikan beberapa tugas yang akan menjadi salah satu komponen penilaian. Penilaian tersebut nantinya bakal digunakan BRI untuk memilih 40 desa terbaik dan diantaranya yakni 15 desa terbaik mendapatkan pendampingan langsung.
"Secara umum program Desa BRILiaN 2024 dibagi menjadi 3 batch dan dilaksanakan pada April - November 2024. Sebanyak 1.000 desa di seluruh Indonesia ditargetkan dapat mengikuti program Desa BRILiaN 2024. Desa-desa yang tergabung dalam program ini diharapkan menjadi sumber inspirasi kemajuan desa yang dapat direplikasi ke desa-desa lainnya," tuturnya.
Dia mengatakan program tersebut sudah dijalankan oleh BRI sejak 2020 lalu. Adapun program tersebut telah diikuti sebanyak 3.178 desa aktif tergerak berinisiatif untuk maju melalui program yang direncanakan.
"Desa BRILiaN mengembangkan 4 aspek yang terdapat dalam desa. Pertama, BUMDes sebagai motor ekonomi desa. Kedua, digitalisasi, implementasi produk dan aktivitas digital di desa. Ketiga, Sustainability, tangguh dan secara berkelanjutan dalam membangun desa. Keempat, Innovation, kreatif dalam menciptakan inovasi," jelasnya.
Sementara itu, untuk objek pemberdayaan program terdapat sejumlah elemen kunci seperti perangkat desa (kepala desa), pengurus BUMDes, badan permusyawaratan desa, UMKM di desa, perwakilan kelompok usaha (Klaster), dan pegiat produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades).
"Dalam program ini, dilakukan pula penguatan ekosistem desa yang didukung dengan program penguatan kelompok-kelompok (Klaster) Usaha Mikro dengan nama Klasterkuidupku, dimana BRI mengidentifikasi keperluan pemberdayaan baik pelatihan usaha maupun bantuan sarana prasarana yang diberikan secara selektif," jelasnya.
Dia menambahkan untuk mendukung pengembangan pasar, pihaknya turut menginisiasi pembentukan platform New Pasar.id. Platform tersebut nantinya bakal menghubungkan pedagang pasar dan pembeli secara online.
Sedangkan untuk pemberdayaan UMKM, BRI juga telah mengembangkan platform pemberdayaan linkumkm.id untuk mendorong dan memfasilitasi UMKM naik kelas. Selain itu tentunya produk-produk layanan BRI yang dapat dimanfaatkan oleh desa dan BUMDes seperti Agen BRILink, Stroberi, QRIS, dan produk lainnya.
Dia sejumlah langkah tersebut sengaja dilakukan untuk terus memberikan dampak ekonomi terhadap sejumlah sektor. Sehingga individu seperti pelaku usaha dan lembaga desa bisa dilakukan pemberdayaan.
"Pemberdayaan wilayah pedesaan menjadi isu yang perlu diperhatikan, mengingat perkembangan desa di Indonesia relatif belum merata dan menjadi tantangan bersama. Kami berharap program ini menjadi salah satu wadah yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh desa-desa yang terlibat sehingga pada akhirnya mampu mendorong kemajuan desa-desa di Indonesia," tutupnya.
(akn/ega)