LNG Receiving Terminal PGN Tunggu Pengeboran Blok Cepu
Rabu, 17 Jan 2007 19:13 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan bangun LNG Receiving Terminal di Jawa Timur. Namun pembangunan tersebut menunggu kepastian dari pengeboran sumur gas di Cepu. "Kita pikirkan Cepu itu masuknya kapan. Kepastian Cepu jadi sangat penting untuk kapan LNG Terminal itu ada," kata Direktur Pengembangan PGN Adil Abas, usai Seminar di hari kedua Indogas 2007 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (17/1/2007). Dijelaskan Adil, LNG Receiving Terminal awalnya dibangun untuk menjadi semacam pelabuhan yang menampung gas dari daerah lain untuk di teruskan ke daerah sekitarnya. Namun jika blok Cepu telah menghasilkan gas, maka tidak perlu lagi gas dari daerah lain. Dan jika gas dari Blok Cepu terealisasi, maka LNG Receiving Terminal itu tidak jadi dibangun. "Kalo Cepu jadi, maka kita mundur," ujar Adil.Adil menekankan bahwa untuk membangun LNG Receiving Terminal dibutuhkan sumber gas yang jelas, pasti serta review pasar dan teknologi yang tepat. Saat ini PGN sedang mencari partner untuk mendapatkan teknologi tersebut."Akhir bulan ini kita akan pilih teknologinya. Kalau sudah jelas kita akan kerjasama dengan siapa, lalu akan dipilih yang paling tepat untuk jangka waktu yang pendek ini," ucap Adil.Rencananya, pembangunan LNG Receiving Terminal yang memerlukan waktu sekitar 4-5 tahun akan selesai pada 2011. Investasi yang dibutuhkan sebesar US$ 500 juta. Adil menambahkan, LNG Receiving Terminal tidak mungkin dibangun dalam waktu dekat. Sebab jika jadi dibangun maka harga jual gas dari terminal itu harus lebih tinggi dari harga sekarang Harga saat ini untuk industri sekitar 5 us$/mmbtu, sedangkan harga yang layak menurutnya adalah 7-8 us/mmbtu.
(hdi/qom)











































