'Pedagang Beras Makin Pintar'
Kamis, 18 Jan 2007 11:25 WIB
Jakarta -
Pola pikir pedagang beras kini sudah semakin pintar dalam membaca kebijakan impor beras pemerintah.Jika dulu pengumuman impor beras langsung direspons pedagang dengan buru-buru menjual berasnya karena takut harga jatuh, namun kini tidak demikian.Akibatnya, harga beras saat ini masih tetap tinggi sebelum komoditas impor tersebut benar-benar masuk ke pasar."Gebrakan impor memang dibaca oleh pedagang itu, wong barangnya belum masuk. Kalau dulu ada efek psikologisnya baru rencana saja pedagang sudah khawatir dan buru-buru melepas berasnya, tapi ini nyatanya masih tinggi," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan.Hal itu diungkapkan Rusman di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (18/1/2007). Menurut Rusman, harga beras saat ini memang sudah tertahan di posisi tertinggi. Pada tiga minggu di bulan Januari saja kenaikannya sudah 3 persen dibanding Desember 2006 hingga harganya rata-rata mencapai Rp 5.600/kg.Rusman menambahkan, harga beras yang optimal baik dari sisi kepentingan petani maupun konsumen Rp 5.000/kg."Untuk petani bisa optimal, untuk konsumen tingkat pendapatannya masih mampu beli beras. Kalau di atas Rp 5.000/kg itu kan kurang nyaman baik bagi petani maupun konsumen," tutur Rusman.
(ir/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































