Beras Bayangi Inflasi Januari
Kamis, 18 Jan 2007 11:51 WIB
Jakarta - Masih tingginya harga beberapa komoditas seperti beras, minyak goreng dan gula akan memberikan sumbangan terhadap inflasi Januari.Sebelumnya, inflasi pada bulan Desember 2006 yang sebesar 1,21 persen juga tertekan tingginya harga beras. Belum turunnya harga beras, kini membayangi besaran inflasi Januari 2007."Semua akan memberikan kontribusi bagi inflasi, jadi pada bulan Januari masih ada inflasi, tinggi rendahnya ya belum tahu," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan.Hal itu diungkapkan Rusman sebelum mengikuti rakor beras di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (18/1/2007). Rusman menggarisbawahi, bulan Januari adalah bulan yang sangat strategis untuk melihat arah inflasi. Karena biasanya inflasi bulan Januari akan memberikan pengaruh bagi perkembangan inflasi di bulan-bulan selanjutnya."Kalau Januari bagus gitu ya, biasanya diikutilah dengan memberi pengaruh positif bagi perkembangan inflasi kemudian," ujar Rusman.Namun tekanan inflasi pada Januari 2007 ini diprediksi akan lebih rendah dibandingkan inflasi Januari 2006. Ini karena pada Januari 2006 perekonomian masih dalam suasana cooling down sebagai dampak kenaikan BBM Oktober 2005 yang membuat inflasi tembus dua digit."Pada bulan November 2006 yang diharapkan deflasi ternyata masih ada inflasi, baru bulan Desember kembali flat," kata Rusman.
(ir/qom)











































