Harga OP Beras Turun Rp 300
Kamis, 18 Jan 2007 13:52 WIB
Jakarta - Pemerintah memerintahkan Bulog untuk terus menggelar operasi pasar (OP) guna menurunkan harga beras. Sementara harga beras untuk OP akan diturunkan dari Rp 4.000 menjadi Rp 3.700/kg."Jumlah untuk OP tidak dibatasi, akan terus dilakukan sampai harganya membaik," jelas Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (18/1/2007).Bayu mengaku pemerintah sudah berhasil menstabilkan harga beras dalam dua minggu terakhir, meski harga masih saja tinggi yakni antara Rp 4.400-4.950/kg. "Itu tergantung mutunya. Tapi ini menunjukkan kestabilan, tetapi masih dalam tingkatan yang tinggi," ujar Bayu.Usaha lain yang akan dilakukan pemerintah untuk menurunkan harga beras adalah memperbanyak raskin (beras untuk rakyat miskin). Biasanya, raskin yang disalurkan sebanyak 150-160 ribu ton per bulannya. Namun khusus untuk Januari dan Februari, raskin akan disalurkan hingga dua kali lipat. Apabila penyaluran raskin dan OP mengakibatkan stok pemerintah berkurang, maka kebijakan impor akan kembali dilakukan. Demikian pula bila stabilitas harga beras kembali terusik."Impor akan tetap terbuka sebelum harga beras stabil," ujarnya.Untuk impor beras 500.000 ton, Bulog baru melakukan lelang 250.000 ton, dan sisanya akan segera dilakukan pada akhir bulan ini. "Beras impor akan segera masuk pada minggu depan," ujarnya.Menurut Bayu, masalah ketersediaan pangan menjadi masalah di kawasan ASEAN. Malaysia dan Filipina tercatat sudah meningkatkan jumlah impor mereka.
(qom/qom)











































