Pertamina Bayar Utang Dengan Minyak Mentah

Pertamina Bayar Utang Dengan Minyak Mentah

- detikFinance
Kamis, 18 Jan 2007 14:57 WIB
Jakarta - PT Pertamina (persero) membayar utangnya senilai US$ 310 juta kepada Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dengan minyak sebanyak 600 ribu barel setiap bulannya selama 5 tahun.Demikian disampaikan Manajer Pengelolaan Proyek PT Pertamina EP Roni Gunawan, di sela-sela seminar hari ketiga Indogas 2007, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (18/1/2007).Pada tahun 2002, Pertamina meminjam US$ 310 juta kepada JBIC untuk pembangunan proyek instalasi gas Pagar Dewa di Sumatera Selatan. Dari pinjaman itu, hanya US$ 270 juta yang digunakan untuk proyek dan sisanya untuk urusan legal dan administrasi.Dan sejak Juni 2006, Pertamina EP selaku pelaksana proyek mulai membayar cicilan ke JBIC. Pembayaran dilakukan dengan mengirim minyak sebesar 20 ribu barel per hari atau 600 ribu barel per bulannya, selama 5 tahun."Kalau nanti harga minyak naik, uangnya (kelebihannya) akan dikembalikan," kata Roni.Meski cicilan utang telah dibayar dengan minyak, namun untuk cicilan bunga, Pertamina EP tetap mengeluarkan hampir US$ 2 juta setiap bulannya.Dijelaskan Roni, dengan keterlambatan penyelesaian pipanisasi PGN South Sumatera-West Java (SSWJ), maka gas dari Pertamina yang seharusnya dibeli PGN jadi terhambat pula. Padahal dana yang didapat dari PGN tersebut rencananya dialokasikan untuk membayar cicilan utang."Ini menggangu cashflow, karena Pertamina sebagai induk perusahaan tidak akan tinggal diam kalau anaknya keberatan," ujar Roni.Kini pihak Pertamina tengah melakukan pembicaraan dengan PGN untuk kebijakan lebih lanjut. PGN sendiri terkena denda US$ 15 ribu per hari terkait mundurnya komersialisasi pipanisasi gas SSWJ. (hdi/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads