Belanja Iklan 2006 Naik 17%
Kamis, 18 Jan 2007 17:47 WIB
Jakarta - Di saat perekonomian menghadapi tingginya inflasi di tahun 2006, belanja iklan tampaknya tidak terpengaruh. Total belanja iklan di tahun 2006 justru mencatat angka hingga Rp 30,026 triliun.Angka yang mencakup iklan di TV, koran, majalah dan tabloid itu berarti kenaikan 17 persen dibanding tahun 2005 yang mencatat belanja iklan Rp 25,580 triliun.Persentase kenaikan itu juga berarti lebih tinggi dibandingkan kenaikan belanja iklan dari tahun 2004 ke 2005 yang sebesar 15 persen.Hal tersebut disampaikan Ananto Pratikno, Direktur Eksekutif Nielsen Media Research dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (18/1/2007). Angka belanja iklan ini didapat dari Advertising Information Services dari Nielsen Media Research.Dari seluruh belanja iklan itu, TV masih menjadi favorit dengan porsi lebih dari Rp 20 triliun (69 persen). Belanja iklan di TV itu berarti kenaikan hingga 16 persen."Kenaikan angka belanja iklan juga dialami media lain. Koran mengalami kenaikan angka belanja iklan terbesar tahun ini sebesar 23 persen," tambah Ananto.Majalah dan tabloid mendapat jatah iklan Rp 1,245 triliun (4 persen), sementara koran mendapat Rp 8,159 triliun (27%).Dari sisi pengiklan, communication equipment services (CES) menduduki peringkat jumlah belanja iklan terbesar di tahun 2006. CES berhasil menggeser posisi produk rambut.Berdasarkan Nielsen Consumer Insight, belanja iklan CES itu ternyata cukup ampuh mendongkrak konsumsi. Angka penetrasi cell phone naik hingga 25 persen pada tahun 2006.
(qom/asy)











































