RI Minta India Jangan Diskriminasi Pasar Sawit

RI Minta India Jangan Diskriminasi Pasar Sawit

- detikFinance
Jumat, 19 Jan 2007 13:50 WIB
Jakarta - India merupakan salah satu negara konsumsi sawit (crude palm oil/CPO) terbesar di dunia. Namun dibanding Malaysia, produk sawit Indonesia sulit masuk ke pasar India karena negara itu melakukan diskriminasi tarif."Saya sudah kirimi secara resmi ke pemerintah India lewat dubes agar diperlakukan sama, namun mereka belum mengatakan kapan akan diberlakukan sama," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dalam jumpa pers tentang industri hilir CPO di Gedung Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (19/1/2007).Menurut Fahmi, India melakukan perlakuan yang berbeda antara sawit Malaysia dan Indonesia, karena menilai chemical content sawit Malaysia lebih rendah dari pada CPO Indonesia.Sawit Indonesia dan Malysia, menurut Fahmi, kini juga mulai mengarah kepada kompetisi yang tidak sehat sehingga sering dipermainkan pembeli. Malaysia saat ini menjadi produsen nomor satu sawit dunia, yang ditempel ketat oleh Indonesia di urutan kedua.Fahmi juga menjelaskan, industri hilir CPO dalam negeri memerlukan CPO yang lebih banyak sampai tahun 2010 yang tambahannya bisa mencapai 5 juta ton per tahun.Untuk tahun 2010 kebutuhan industri pangan diperkirakan meningkat menjadi 10,5 juta ton meliputi minyak goreng 9,9 juta ton dan produk CPO turunan lainnya seperti margarin sebesar 750 ribu ton.Kebutuhan CPO untuk non pangan sepereti fatty acid, fatty alcohol, dan glycernin mencapai 150 ribu ton serta kebutuhan untuk bahan bakar nabati (BBN) 2,01 juta ton. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads