Pengusaha Coklat Eropa Ditawari Bikin Pabrik di Indonesia

Pengusaha Coklat Eropa Ditawari Bikin Pabrik di Indonesia

- detikFinance
Jumat, 19 Jan 2007 15:26 WIB
Jakarta - Pemerintah berharap pengusaha coklat skala besar asal Swiss dan Belgia mendirikan pabriknya di Indonesia dan tidak hanya membeli coklat lalu dibawa pulang ke negara asalnya."Saya telah undang beberapa produsen coklat tingkat dunia diantaranya Swiss dan Belgia. Mereka tidak punya pohon coklat tapi mereka menjadi produsen kelas dunia," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dalam jumpa pers di Gedung Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (19/1/2007). "Saya telah meminta rekan-rekan saya untuk memberi fasilitas agar mereka mengembangkan industri coklat produksi Indonesia," lanjut Fahmi.Dengan masuknya pemain coklat besar tingkat dunia, Fahmi berharap, industri pengolahan coklat Indonesia juga ikut terdongkrak. Pasalnya, industri pengolahan coklat Indonesia saat ini masih berskala kecil, padahal Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kakao terbesar dunia."Kita joint saja, mereka yang punya mereknya tapi buatnya di Indonesia," kata Fahmi.Mengenai kedatangan asosiasi coklat dari Uni Eropa (Coabisco), Fahmi mengaku kurang berkenan dengan tujuan mereka. Pasalnya, Coabisco hanya akan mengeksploitasi biji coklat Indonesia namun tetap diolah di negara mereka."Mereka akan melakukan pelatihan bagi para petani untuk meningkatkan produksi biji coklat, saya kurang oke karena biji coklatnya dikirim ke pabrik mereka. Yang saya mau melatih disini tapi juga memproduksi di Indonesia," tutur Fahmi. (ir/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads