Kredit Kiani di Bank Mandiri Lancar

Kredit Kiani di Bank Mandiri Lancar

- detikFinance
Minggu, 21 Jan 2007 20:25 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk mengubah kategori kredit Kiani Kertas dari kredit macet menjadi kredit lancar. Kiani telah melaksanakan pembayaran kewajibannya yang tertunggak sebesar US$ 37 juta pada tanggal 10 Januari 2007.Hal ini berarti seluruh kewajiban pokok dan bunga Kiani kepada Bank Mandiri sampai dengan akhir 2006 telah dilunasi. Sisa kewajiban pokok pinjaman sebesar US$ 180,9 juta dan kewajiban lainnya akan diselesaikan dalam waktu dekat. "Dengan pembayaran sebesar US$ 37 juta ini, debitur sudah dapat dikategorikan ke dalam performing loan, namun untuk kepastiannya masih menunggu konfirmasi dari pihak auditor," ujar Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo dalam siaran pers yang diterima detikcom, Minggu (21/1/2007).Agus menambahkan rasio kredit bermasalah (NPL) Bank Mandiri pada tahun 2006 mengalami penurunan dibanding tahun 2005. NPL netto (belum diaudit) tercatat dari 16,14 persen di akhir Desember 2005 menjadi 7,88 persen di akhir tahun 2006.Semantara untuk NPL gross per 31 Desember 2006 (belum diaudit) sebesar 17,86 persen turun bila dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2005 sebesar 26,66 persen (sudah diaudit).Penurunan NPL terjadi karena penanganan 30 obligor besar Bank Mandiri menunjukkan arah yang positif. "Baki debet 30 top obligor NPL per 31 Desember 2006 sebesar Rp 9,58 triliun, yang berarti mengalami penurunan drastis bila dibandingkan dengan posisi Desember 2005 yang sebesar Rp 16,1 triliun," ujarnya.Penurunan tersebut terjadi antara lain karena adanya pembayaran dan pelunasan oleh beberapa obligor, di antaranya Sumber Mitra Jaya. Selain itu, terdapat pula perbaikan kolektibilitas atas beberapa obligor top 30 lainnya, yaitu Pupuk Iskandar Muda, Anugerah Inti Gema Nusa, Eterindo Group, Benang Sari, dan Apac Inti Corpora. Penurunan posisi NPL yang signifikan diperoleh dari hasil restrukturisasi atas 2 obligor terbesar, yaitu Argo Pantes dan Raja Garuda Mas. Argo Pantes memiliki eksposur kredit sebesar Rp 2,28 triliun di mana perjanjian restrukturisasi dan penyelesaian kredit telah ditandatangani pada tanggal 18 Oktober 2006, dan sejak itu debitur selalu memenuhi komitmennya dengan baik. Sesuai perjanjian tersebut, sebagian kreditnya akan diselesaikan dari hasil penjualan aset properti dan asset non core. Sedangkan dengan Raja Garuda Mas telah dicapai kesepakatan atas restrukturisasi 3 perusahaan yang tergabung dalam Riau Complex yang ditandatangani pada tanggal 19 Oktober 2006 dengan total fasilitas per 30 September 2006 sebesar US$ 1,43 miliar, dimana porsi Bank Mandiri sebesar US$ 589,93 juta. "Kewajiban untuk bulan Oktober, November dan Desember 2006 sesuai perjanjian di atas telah dipenuhi secara tepat waktu," tuturnya. (ddn/aba)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads