DPR Kritik Pedas Kepala BP Migas

DPR Kritik Pedas Kepala BP Migas

- detikFinance
Senin, 22 Jan 2007 16:09 WIB
Jakarta - Sejumlah angggota Komisi VII DPR mengkritik kinerja Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (BP Migas) Kardaya Warnika yang dinilai tidak memuaskan. Banyak program yang dulu dijanjikan, namun hingga kini tak kunjung nyata. Tuntutan mundur itu disampaikan sejumlah anggota Komisi VII DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/1/2007). Rapat dipimpin oleh Agusman Effendi.Anggota Komisi VII DPR RI dari FPAN Alvin Lie misalnya, mengkritik pemaparan Kardaya yang cukup meyakinkan saat menjalani uji kelayakan menjadi Kepala BP Migas pada waktu lalu. Namun BP Migas beralasan ada UU dan PP yang menjadi masalah."Berarti BP Migas sulit bekerja karena peraturan atau kepemimpinannya yang tidak cakap. Sekarang harus kita putuskan apakah misalnya membuat rekomendasi untuk membubarkan BP Migas atau kepalanya saja," kritik Alvin. "BP Migas itu posisinya strategis, tapi dengan contoh cadangan di Bengkalis yang dari 50 ribu menjadi 13 ribu. Kita bisa lihat, bukan BP Migasnya, tapi kepalanya sanggup atau tidak," cetus Ade Daud Nasution.Hal senada disampaikan oleh Ami Taher, Effendi Simbolon dan beberapa anggota lainnya. Bahkan Effendi menyatakan mosi tidak percaya kepada BP Migas.Namun beberapa anggota Komisi VII DPR RI juga memberikan dukungan kepada Kardaya. Misalnya saja M Idris Lutfi yang menilai belum ada laporan lengkap tentang kinerja BP Migas yang kurang memuaskan. "Kita beri kesempatan saja," ujar Lutfi.Sementara Kahar Muzakir meminta Kardaya 'curhat' soal berbagai permasalahan yang ia hadapi dan menjadi kendala. "Pak Kardaya kesulitannya apa. Bapak bertanggung jawab ke presiden, tapi kalau ada kesulitan datang saja ke DPR," ujarnya.Beberapa poin yang dijadikan tolok ukur kinerja Kardaya adalah hal-hal yang menjadi visi dan misinya saat menjalani uji kelayakan di DPR. Poin itu adalah meningkatnya cadangan produksi, prioritas dalam negeri meningkat, kemampuan dan partisipasi nasional seperti perusahaan migas meningkat, biaya produksi dan eksplorasi yang efisien. Juga iklim investasi membaik, pengawasan terhadap kegiatan migas yang efektif, perangkat dan sistem organisasi BP Migas.Karena mengerucutnya kritikan atas kinerja Kardaya, Komisi VII DPR memutuskan untuk melakukan rapat internal membahas mengenai penilaian kinerja Kardaya selaku Kepala BP Migas. "Berarti rapat kita pending untuk rapat internal dengan masing-masing fraksi. Yang lainnya silakan menunggu," ujar Agusman. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads