Kinerjanya Dinilai DPR Lemah, Kepala BP Migas Pasrah
Senin, 22 Jan 2007 17:10 WIB
Jakarta - Komisi VII DPR RI menilai kepemimpinan Kepala BP Migas Kardaya Warnika lemah sehingga berimbas pada kinerja BP Migas secara kelembagaan."Kelemahan kinerja BP Migas disebabkan lemahnya kepemimpinan Kepala BP Migas," kata anggota Komisi VII DPR RI Rafiuddin Harmarung, saat membacakan kesimpulan dalam Rapat Poksi (Kelompok Fraksi) yang dilakukan disela Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/1/2007).Rapat Poksi digelar disela RDP menyusul kritikan pedas yang dilontarkan sejumlah anggota Komisi VII DPR RI atas kinerja Kardaya.Kesimpulan lainnya adalah, kinerja BP Migas dinilai tidak memadai, sehingga jawaban BP Migas yang diserahkan hari ini tidak diterima oleh Komisi VII. Komisi VII selanjutnya akan menggelar rapat yang khusus membahas kesimpulan tersebut pada Januari ini.Menanggapi kesimpulan tersebut, Kardaya mengatakan bahwa BP Migas sudah bekerja sesuai tugas dan fungsinya. "Kami sudah bekerja sesuai PP 42, ada dalam pasal yang menyangkut tugas dan fungsi. Juga UU, pasal 44 tentang tugas dan fungsi BP Migas," kata Kardaya. Tugas dan fungsi yang dimaksud antara lain memberikan pertimbangan dan melaksanakan kontrak dengan KPS. Kardaya juga menjawab kritikan tentang penerimaan negara. Menurutnya, angka penerimaan negara dari sektor migas sebenarnya tidak menurun. Sedangkan untuk peningkatan produksi, yang terjadi sekarang adalah imbas dari beberapa tahun yang lalu. "Upaya peningkatan produksi minyak tidak cukup lima sampai enam tahun. Yang ada hari ini adalah hasil dari lima sampai enam tahun yang lalu. Seperti Tangguh, itu dari 20 tahun yang lalu," jawabnya.Mengenai produksi minyak, Kardaya mengatakan, hal itu sudah terjadi sejak tahun 1997 sebelum BP Migas ada. BP Migas mencoba untuk membatasi penurunan. Hal itu terlihat dari grafik dari penurunan 16 persen di tahun 1997 bisa ditekan menjadi 1,2 persen pada saat ini. Untuk masalah cost recovery yang terus meningkat, Kardaya menjelaskan, hal itu terjadi di seluruh dunia. Kardaya mengaku sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Tapi tentu saja, penilaian atas kinerja BP Migas tidak bisa dilakukan sendiri."Kami tidak bisa menilai diri sendiri. Tidak etis menilai kinerja sendiri. Kami hanya mencoba menjawab sedetail-detailnya. Tapi ternyata kalau bukan, kami sudah mencoba maksimal. Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua," urainya.Ditemui secara terpisah, Ketua Komisi VII DPR RI Agusman Effendi mengakui, tidak semua kesalahan ditimpakan pada BP Migas. "Tapi posisi BP Migas adalah sebagai wakil pemerintah melakukan kegiatan di sektor hulu. Tentu yang diharapkan adalah peningkatan produksi dan sebagainya," ujarnya.Untuk ke depan, DPR akan menindaklanjuti hal ini sesuai prosedur yang berlaku karena mengganti kepala BP Migas bukanlah wewenang DPR, melainkan presiden.
(qom/ir)











































