Asia di Mata IMF Setelah Krisis
Selasa, 23 Jan 2007 11:28 WIB
Tokyo - Wajah dan kekuatan Asia kini telah berubah. Menjadi sebuah kekuatan baru dunia, Asia kini tak lagi diremehkan oleh dunia internasional."Asia kini telah memainkan peran utama di perekonomian global. Asia meraup seperempat PDB dan perdagangan dunia," ujar Direktur Pelaksana IMF Rodrigo de Rato.Pidato itu disampaikan Rato dalam sebuah simposium yang digelar Bank Sentral Jepang dalam rangka memperingati 10 tahun setelah krisis ekonomi Asia di Tokyo, seperti dikutip dari situs IMF, Selasa (23/1/2007).Rato menilai peran Asia ke depan akan semakin besar, terutama dipimpin oleh Cina dan India. Asia juga akan menjadi satu motor pergerakan ekonomi dunia."Komunitas internasional dapat belajar dari kesuksesan Asia. Jadi sangat penting untuk mendengarkan suara Asia," tegas Rato. Keputusan-keputusan yang dibuat oleh negara-negara Asia pun kini memberi dampak yang cukup luas di pasar finansial dunia. Rato mencontohkan kebijakan mata uang Cina yang langsung memberi implikasi pada dolar AS, euro dan mata uang regional lainnya. "Sebagaimana the Fed dan Bank Sentral Eropa, Bank Sentral Asia juga harus diperhitungkan," jelas Rato.Selain menyampaikan tentang kuatnya peran Asia, Rato juga membeberkan sejumlah tantangan yang akan dihadapi. Masalah-masalah itu adalah kerjasama finansial, demografi, ketidaksamaan dan berlanjutnya kemiskinan.
(qom/ir)











































