Menkeu: IMF Sudah Tak Relevan
Selasa, 23 Jan 2007 18:15 WIB
Jakarta - Kekhawatiran tentang masuknya kembali Indonesia ke dalam 'jeratan' IMF berkaitan dengan kunjungan managing director Rodrigo Rato ditepis oleh Menkeu Sri Mulyani. Keberadaan IMF di Indonesia dinilai Sri Mulyani tak lagi relevan. "Karena kita sudah melakukan swap secara bilateral yang sekarang jumlahnya cukup banyak dengan Cina, Jepang dan negara-negara ASEAN melalui inisiatif Chiang Mai. Jadi peranan IMF menjadi jauh kurang relevan pada hari-hari ini," jelas Sri Mulyani di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (23/1/2007).Sri Mulyani juga menegaskan, tak ada agenda khusus dalam kunjungan Rato ke Indonesia. Menurutnya, kunjungan yang dilakukan pertama kali setelah Indonesia melunasi utang pada tahun 2006 ini merupakan agenda formal tahunan IMF. "Untuk Januari ini, IMF akan bertanya kepada Indonesia apa yang akan dilakukan negara berkembang di Indonesia mengenai peran IMF ke depan. Karena mereka akan mereform dirinya sendiri," jelasnya.Terkait upaya mereformasi dirinya, IMF akan membuat berbagai produk yang akan ditawarkan ke negara-negara berkembang untuk menjaga kestabilan perekonomian regional dan global. Namun Sri Mulyani menilai, produk itu tidak relevan lagi bagi Indonesia.
(qom/qom)











































