Bush Dorong Harga Minyak
Rabu, 24 Jan 2007 10:37 WIB
Washington - Harga minyak mentah dunia kembali melambung ke level US$ 55 per barel menyusul pengumuman rencana pembatasan konsumsi BBM oleh Presiden AS George Walker Bush.AS sebagai negara konsumen minyak terbesar dunia berencana untuk memangkas konsumsi BBM sebesar 20 persen dalam 10 tahun ke depan. Sebagai gantinya, AS akan meningkatkan standar keekonomian BBM dan mengatur strategi untuk beralih ke bahan bakar alternatif."Rencana ini akan menghadapkan perubahan iklim dengan menghentikan pertumbuhan emisi karbondioksida dari mobil-mobil, truk, SUV dalam 10 tahun," demikian dokumen dari Gedung Putih yang diperoleh Financial Times seperti dikutip dari situsnya, Rabu (24/1/2007).Selain itu, AS akan meningkatkan cadangan minyaknya hingga dua kali lipas menjadi 1,5 miliar barel pada tahun 2027.Setelah pidato Bush tentang pengurangan konsumsi BBM itu, harga minyak di New York langsung naik hingga 4,7 persen ke level US$ 55 per barel. Lonjakan harga dalam sehari itu merupakan yang terbesar sejak 19 September 2005.Saham-saham perusahaan sektor perminyakan di S&P pun langsung naik hingga 2,4 persen, seperti ExxonMobil naik 2,2 persen menjadi US$ 74,49, ConocoPhillips naik 2,5 persen menjadi US$ 64,97 dan Chevron naik 1,9 persen menjadi US$ 72,56.Bush juga sebelumnya menyatakan, AS saat ini telah kecanduan minyak. "Sudah terlalu lama negara kami tergantung pada minyak dari negara lain. Ketergantungan ini membuat kita menjadi lebih rentan terhadap rezim-rezim musuh dan teroris, yang dapat menyebabkan adanya gangguan dalam pengiriman minyak," ujarnya.
(qom/ir)











































