Tak Ada Niat RI Ngutang IMF Lagi

Tak Ada Niat RI Ngutang IMF Lagi

- detikFinance
Rabu, 24 Jan 2007 13:36 WIB
Jakarta - Kunjungan Managing Director IMF Rodrigo de Rato ke Indonesia betul-betul tidak memiliki agenda khusus. Hanya pemaparan-pemaparan yang sifatnya basi. Tak disinggung soal ngutang lagi ke IMF."Sampai sekarang kita belum ada rencana atau keperluan untuk meminjam lagi dari IMF. Kita baru saja membayar. Pembicaraan tadi tidak membahas hal itu, dan tidak ada dalam rencana pemerintah untuk beberapa waktu ke depan," ujar Menko Perekonomian Budiono.Ia menyampaikan hal itu usai mendampingi Presiden SBY menemui Rato di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (24/1/2007). Hadir dalam kesempatn itu Gubernur BI Burhanuddin Abdullah.Hal senada disampaikan Burhanuddin. Menurutnya, utang baru diajukan jika Indonesia mengalami defisit neraca berjalan."Sekarang kita surplus malah bisa bisa bayar IMF dan ternyata masih surplus. Lalu ngapain kita pinjam lagi ke IMF?" cetus Burhanuddin.Boediono menambahkan, kunjungan Rato hanyalah kunjungan kehormatan tanpa agenda khusus. Indonesia dan IMF saling bertukar pikiran soal kondisi perekonomian terkini."Presiden tadi sampaikan kondisi RI dan program ekonomi yang telah dilakukan sejak kita keluar dari IMF 2003 lampau. Fokusnya ada saja, stabilitas, pengurangan kemiskinan dan peningkatan lapangan kerja. Juga tentang peran UKM dan pertanian serta diversifikasi energi kita," ungkap Boediono.Masalah perekonomian global juga menjadi bahan pembicaraan. "Seperti apa peran AS, Cina, Eropa dan Jepang," tambahnya.Tak ketinggalan adalah tentang reformasi internal IMF. "Presiden menyampaikan bahwa salah satu aspek dalam rformasi internal ini adalah penentuan persentase kuota hak suara. Ada usulan untuk mengubah alokasinya," jelas Boediono."Bahwa kita inginkan formula itu aspek besaran ekonomi, bukan saja cadangan devisa masuk yang diperhitungkan, tapi juga besarnya ekonomi, peran dan keterbukaan ekonomi dalam kawasan perlu mendapat perhatian dalam formula ini," tambahnya.Tujuannya, lanjut Boediono, adalah agar representasi Indonesia cukup signifikan. Indonesia sebagai anggota biasa juga akan tetap memanfaatkan tenaga-tenaga ahli IMF. "Apakah itu bantuan tenaga ahli, yang saya tahu sekarang di bidang perpajakan. Ini kalo diperlukan, kita akan minta," tandasnya. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads