SBY Ingin Bubarkan Forum CGI
Rabu, 24 Jan 2007 15:42 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertekad membubarkan forum Consultative Group on Indonesia (CGI). Pemerintah merasa sudah bisa membuat perencanaan pembangunan tanpa melibatkan CGI."Saya juga memandang perlu untuk mengakhiri format CGI. Tahun lalu kita sudah mulai adakan pergeseran. Dan tahun 2007 ini, saya nyatakan tidak perlu lagi ada forum CGI seperti dulu," cetus SBY kepada wartawan di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (24/1/2007)."Dulu Indonesia menyampaikan rencana pembangunannya, lalu dibahas, kadang dikritisi, diberi komentar dll. Karena kita sudah bisa mengatasi itu semua tanpa harus ada pelibatan bantuan forum CGI," tambah SBY.Dalam babak baru hubungan dengan lembaga-lembaga donor itu, Indonesia berharap bisa semakin mandiri. "Saya berharap jajaran pemerintah pusat dan daerah betul-betul menyusun rencana pembangunan dan anggaran tepat sasaran sesuai prioritas yang saya tetapkan di tahun 2007," kata SBY.Prioritas pembangunan yang dimaksud adalah kemiskinan, pengangguran, peningkatan pendidikan, kesehatan, produksi pangan dan kecukupan energi.Mengenai pertemuannya dengan Managing Director Rodrigo Rato, SBY mengungkapkan, IMF hanya ingin memberikan apresiasi setelah pelunasan utang Indonesia di tahun 2006. "Dan juga apresiasi atas perkembangan makro dan fundamental ekonomi kita," tambahnya.SBY menambahkan, berbeda dengan kondisi di tahun 1997-2003, Indonesia kini adalah mitra sejajar IMF. Artinya, pembangunan Indonesia tak lagi diatur oleh Letter of Intent (LoI) dan Post Program Monitoring (PPM). "Tentu ini memberikan tanggung jawab penuh pada kita untuk tentukan sendiri pembangunan, anggaran, kebutuhan financial kita untuk capai sasaran yang kita kehendaki," ujar SBY.Lebih lanjut SBY meminta agar kedatangan Rato tidak dikait-kaitkan dengan isu penawaran pinjaman ke Indonesia. "Kita tidak berpikir dan berencana berutang lagi dan berutang lagi, pada IMF atau lembaga lain. Yang menurut kita justru sudah harus dikurangi utang kita," cetus SBY.Menurutnya, APBN akan terasa berat jika harus membayar utang atau memberi subsidi yang berlebihan. "Kita bikin APBN makin sehat dan rasio utang kita terhadap PDB harus makin berkurang, mendekati angka yang baik. Kita berikan subsidi pada yang bener-benar memerlukan," tandasnya.
(qom/ir)











































