CGI Bubar, Kartel Utang Tamat
Kamis, 25 Jan 2007 08:14 WIB
Jakarta - Rencana Presiden membubarkan forum Consultative Group on Indonesia (CGI) disambut positif. Tanpa utang dari CGI pemerintah bisa lebih selektif melakukan pinjaman utang khususnya untuk proyek infrastruktur.Untuk itu pengelolaan utang luar negeri harus berubah total dengan tidak lagi mengandalkan utang dalam membiayai defisit. Jika CGI benar-benar dihapus maka tidak ada lagi kartel utang terhadap Indonesia.Demikian disampaikan anggota Komisi XI DPR RI, Dradjad Wibowo ketika dihubungi detikcom, Kamis (25/1/2007)."Utang hanya sekedar untuk membangun infrastruktur vital seperti listrik atau proyek-proyek yg bisa membayar sendiri pokok dan bunga utang dari arus kas yang dihasilkannya," ujarnya.Dengan demikian, utang tidak akan lagi menjadi beban APBN, tapi justrumenghasilkan imbal hasil (return) proyek yang positif, yang bisamenambah penerimaan APBN. Drajad menggariskan, tanpa perubahan pengelolaan utang, berpisah dengan CGI tidak ada artinya."Tanpa CGI, utang infrastruktur dan proyek berarus kas positif akan semakin selektif, dan utang bisa diperoleh dari negara-negara atau lembaga yang memang tertarik pada proyek tersebut. Kompetisi antar negara kreditor juga akan terjadi. Jadi tidak ada lagi kartel utang terhadap Indonesia," jelasnya.Dradjad meminta Presiden serius membubarkan CGI, jangan hanya sekedar wacana politis untuk menggaet suara.Sementara pengamat ekonomi Indef Fadhil Hasan melihat, langkah SBY itu hanya gerakan politis, mengingat untuk tahun 2007 ini, CGI masih menyumbang utang terhadap Indonesia."Saya melihat ada move politik ke arah sana, sebelum itu bisa dilaksanakan," ujarnya kepada detikcom.Dia menambahkan bila Indonesia tidak lagi mengandalkan CGI, maka harus mencari lewat forum bilateral atau melalui negosiasi dengan negara-negara donor.Dengan adanya negosiasi itu, kemungkinan pemerintah RI akan mendapat keringanan utang yang lebih dari yang biasa diberikan oleh CGI. "Namun proses negosiasinya harus baik," ujarnya.Sisi Negatif Pembubaran CGIDari sisi neraca pembayaran, menurut Dradjad, tanpa forum CGI memang ada risiko berkurangnya arus modal masuk sehingga neraca modal menjadi merosot."Tapi ini bisa diimbangi dengan arus modal dari portfolio jangka pendek dan foreign direct investment. Bahkan bisa diimbangi dengan arus modal non konvensional," ujarnyaFadhil menambahkan, sisi negatif dari dibubarkannya adalah rumitnya proses birokrasi mengingat Indonesia harus satu-satu berhadapan dengan negara donor.
(ddn/ir)











































