Pembubaran CGI Tak Sulitkan RI
Kamis, 25 Jan 2007 12:37 WIB
Jakarta - Pembubaran forum Consultative Group for Indonesia (CGI) tidak akan menyulitkan Indonesia mendapatkan negara kreditor baru. Pembubaran itu justru akan meningkatkan posisi tawar Indonesia dengan negara kreditor."Tidak benar pembubaran CGI akan menyulitkan Indonesia mendapatkan kreditor. Posisi tawar Indonesia justru lebih tinggi karena perundingan dilakukan antar pemerintah secara G to G (government to government," kata ekonom Rizal Ramli saat dihubungi detikcom, Kamis (25/1/2007).Rizal mengatakan dengan diikuti langkah-langkah pengelolaan utang yang baik kedepannya, pembubaran CGI justru membuat Indonesia mampu mengejar ketertinggalan ekonomi. Pasalnya, selama ini CGI lebih bertindak sebagai kartel utang yang justru menyusahkan Indonesia."CGI memaksakan Indonesia menerapkan kebijakan ekonomi yang belum tentu sesuai dengan kebijakan nasional atau kepentingan rakyat yang ditukar dengan pemberian utang," ujar mantan Menko Perekonomian ini.Sejumlah kebijakan yang menurut Rizal merupakan hasil desakan CGI itu antara lain UU privatisasi air yang mengharuskan petani membayar air atau UU BUMN yang mendorong privatisasi.Rizal juga menggambarkan kondisi Filipina yang sama-sama didikte negara kreditor. Menurutnya, kondisi pertumbuhan ekonomi Filipina cenderung sama lambat dengan Indonesia dengan kondisi kemakmuran rakyat yang juga sama dengan Indonesia."Negara Asia seperti Cina, Korea, Jepang, Malaysia dan Singapura justru lebih maju karena tidak mau didikte negara kreditor walaupun mereka akomodatif terhadap luar negeri," ujarnya.
(ard/qom)











































