Kia Motor Akhirnya 'Buntung'

7 Tahun Untung Terus

Kia Motor Akhirnya 'Buntung'

- detikFinance
Jumat, 26 Jan 2007 10:39 WIB
Seoul - Setelah tujuh tahun berturut-turut untung, salah satu produsen kendaraan bermotor terbesar Korea Selatan KIA Motor akhirnya mencatat 'buntung' di tahun 2006. Hal ini diakibatkan menguatnya mata uang Won dan kompetisi yang ketat dari kompetitor asal Jepang.Pada tahun 2006, KIA mencatat rugi operasional sebesar 125,3 miliar won atau setara US$ 133,4 juta dolar, yang merupakan pertama kali sejak 1998 ketika terjadi krisis moneter. Akibatnya, laba bersih perseroan tahun 2006 anjlok 94 persen menjadi 39,3 miliar won."Karena Won yang menguat, perusahaan rugi lebih dari 800 miliar won," kata juru bicara KIA seperti dikutip dari kantor berita AFP, Jumat (26/1/2007).Menguatnya won membuat pendapatan dolar KIA terpotong 6,7 persen dan pendapatan euro terpotong 5,5 persen. Penguatan mata uang tersebut membuat kendaraan KIA yang diekspor menjadi lebih mahal dan mengurangi nilai pendapatan ketika dikonversikan kembali dalam mata uang Won. Padahal 70 persen produk kendaraan Korea Selatan dijual ke luar negeri."Kompetitor asal Jepang juga membanjiri pasar luar negeri dengan harga mobil yang murah," ujarnya.Tahun 2007 ini, KIA berencana meningkatkan kembali kinerjanya dengan peningkatan efisiensi dan peningkatan produksi di luar negeri. KIA menargetkan produksi di luar negeri naik 20 persen atau sebanyak 295 ribu unit tahun ini.KIA mengharapkan pabriknya di Slovakia akan mulai beroperasi awal tahun ini dan pabriknya di Cina akan beroperasi Oktober 2007.KIA juga menargetkan penjualannya tahun ini tumbuh 8,7 persen atau sebanyak 1,25 juta unit. Sebanyak 921 ribu akan dilepas ke pasar ekspor dan sisanya dijual ke pasar domestik. (ard/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads