Tren Harga Minyak Februari Naik
Jumat, 26 Jan 2007 15:14 WIB
Jakarta - Harga minyak dunia diperkirakan bisa kembali dinikmati produsen minyak Februari mendatang. Harga minyak bulan depan diperkirakan kembali di kisaran US$ 58 hingga US$ 60 per barel dari harga saat ini sekitar US$ 55 per barel.Naiknya harga minyak bulan depan terkait rencana pemotongan kembali produksi minyak negara-negara OPEC sebanyak 500 barel per hari. Pemotongan ini menyebabkan jumlah suplai dan demand sangat ketat sehingga harga naik. "Dari harga minyak sekarang bisa naik US$ 3-5 lagi," kata Gubernur OPEC untuk Indonesia Maizar Rahman, di Gedung Pertamina Pusat, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (26/1/2007).Harga minyak saat ini, menurut Maizar, dipengaruhi pemotongan kuota produksi 1,2 juta barel per hari yang dilakukan OPEC terhadap anggotanya sejak Oktober 2006. Sebelumnya harga minyak sempat turun drastis dari US$ 62 per barel menjadi hampir di bawah US$ 50 per barel.Tapi ditekankannya, peningkatan harga minyak itu bisa terjadi jika anggota OPEC kompak mematuhi pemotongan produksi tersebut. Maizar menjelaskan harga saat ini tidak terkait dengan kondisi geopolitik termasuk kondisi di Iran yang menurutnya relatif stabil. Naiknya harga minyak juga tidak serta merta mempengaruhi harga BBM bersubsidi dalam negeri."Karena ada perbedaan waktu, orang akan jual sesuai harga waktu dia beli," ujarnya.
(ard/ir)











































