Bank BUMN Incar Pembiayaan Alutsista

Bank BUMN Incar Pembiayaan Alutsista

- detikFinance
Jumat, 26 Jan 2007 15:34 WIB
Jakarta - Bank-bank pelat merah siap mengucurkan kredit untuk industri alutsista (alat utama sistem persenjataan) khususnya untuk pembelian produk dalam negeri. Selama ini pembelian didanai oleh pinjaman luar ngeri dengan bentuk kredit ekspor. Dana yang dibutuhkan untuk pembelian alutsista sampai 2009 sebesar US$ 3,7 miliar. "Perbankan mau buat mereka. Angka pembelian paket alutsista US$ 3,7 miliar sampai 2009 tidak terlalu berat. Yang telah diajak bicara adalah bank pemerintah seperti BNI, BRI dan Bank Mandiri, jadi nanti utangnya pemerintah ke perbankan bukan ke luar negeri" ujar Sekjen Departemen Perindustrian (Depperin) Agus Tjahayana di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (26/1/2007).Perubahan skim pendanaan lewat perbankan ini, nantinya akan dituangkan dalam SK Menkeu tentang perubahan penggunaan kredit ekspor dari luar negeri ke dalam negeri. Sebelumnya harus lewat persetujuan DPR karena angka itu akan tertuang dalam DIPA Hankam.Hal ini dimaksudkan supaya belanja pemerintah menggunakan produksi dalam negeri mengingat produsen dalam negeri telah sangup membuat alutsista seperti senjata, kapal selam, alat telekomunikasi dan lain-lain."Kalau terus pakai kredit ekspor bisa-bisa produk dalam negeri tidak terpakai, karena biasanya pihak peminjam menyatakan karena sudah pakai uang mereka maka harus beli produk dari negaranya," ujar Agus."Kita maunya sampai 50 persen kebutuhan dapat dibeli di dalam negeri," tambahnya.Saat ini tim teknis Departemen Pertahanan sedang mengkaji produk apa saja yang bisa dipenuhi didalam negeri.Dari hasil simulasi yang dilakukan Dephan, ditemukan angka tentatif Rp 7,5 triliun yang bisa difasilitasi perbankan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan alutsista TNI dari fasilitas kredit ekspor 2005-2009 sebesar US$ 3,7 miliar. (arn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads