Pemerintah Diminta Turunkan Harga BBM
Selasa, 30 Jan 2007 09:44 WIB
Jakarta - Tren harga minyak dunia yang cenderung turun membuat sejumlah pihak mendesak pemerintah agar segera menurunkan harga BBM bersubsidi.Anggota Komisi XI DPR, Ramson Siagian menilai penurunan harga BBM bersubsidi sangat relevan dengan kondisi harga minyak dunia yang turun."Kalau tidak ada penurunan, akan ada penurunan drastis dari realisasi BBM," kata Ramson, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pertamina, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin malam (29/1/2007).Ramson menjelaskan, dengan penurunan harga minyak dunia, maka subisidi dalam APBN 2007 yang selama ini sebesar Rp 61,8 triliun bisa dipotong menjadi Rp 30 triliun. Pemotongan ini dengan asumsi harga minyak di kisaran US$ 53-55 per barel.Selama ini, ungkap Ramson, pemerintah belum menurunkan harga BBM, walaupun harga minyak dunia sempat turun. Bahkan pada 19 Januari 2007 harga minyak tercatat di bawah US$ 50 per barel.Pemerintah beralasan belum bisa menurunkan harga BBM karena perlu melihat fluktuasi harga minyak dalam jangka waktu tertentu, sebelum kemudian ditentukan harga BBM bersubsidi itu turun atau tidak."Jalan tengahnya penurunan harga BBM bersubsidi bisa dilakukan meski tidak sebesar penurunan harga crude yang dari US$ 63 per barel menjadi US$ 55 per barel.Sebagai kompensasi lanjut Ramson, nantinya akan ada penurunan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang harus dibayarkan sektor migas ini.Menanggapi tuntutan harga BBM bersubsidi turun, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal secara terpisah mengatakan, penurunan harga minyak mentah belum tentu diikuti penurunan harga BBM."Kadang-kadang harga produk bisa tetap kalau permintaan premium naik, jadi tergantung supply dan demand," kata Ahmad.
(ir/ddn)











































