Pemerintah Janji Akan Terus Beri Insentif Usaha

Pemerintah Janji Akan Terus Beri Insentif Usaha

- detikFinance
Rabu, 31 Jan 2007 20:35 WIB
Jakarta - Pemerintah berjanji akan terus memberikan keringanan dan insentif bagi para pengusaha. Hal ini perlu supaya sektor riil kembali bangkit dan menyokong pembangunan pada tahun 2007.Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato awal tahun yang dibacakan di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (31/1/2007)."Perusahaan-perusahaan memang masih melakukan konsolidasi internal, dan memperkuat neraca keuangannya akibat beban berat terutama pada semester pertama pada tahun 2006 yang lalu. Namun lingkungan makro yang kondusif, prospek pertumbuhan yang membaik, serta berbagai kebijakan insentif dan kemudahan yang diluncurkan akan memberikan peluang bagi sektor usaha, untuk mulai bangkit lagi akhir tahun 2006 dan terus berlanjut pada tahun 2007," ujar SBY.Keyakinan SBY bahwa sektor usaha mulai bangkit yakni banyaknya perusahaan yang akan melakukan ekspansi usaha. Peningkatan belanja modal juga naik signifikan, baik yang didanai oleh sumber keuangan internal perusahaan, maupun dari pasar modal, penerbitan obligasi korporasi yang meningkat, dan bahkan dari sektor perbankan yang telah mendapatkan kelonggaran kebijakan pemberian kreditnya oleh Bank Indonesia.SBY menambahkan belanja pemerintah akan semakin efektif, tepat waktu dan meningkat jumlahnya untuk menyumbang pergerakan sektor riil."Termasuk kebijakan penjaminan di bidang infrastruktur untuk menghilangkan hambatan dan keikutsertaan sektor swasta, dan pemberian subsidi bunga untuk mengurangi beban ongkos produksi," ujarnya.Arus modal dari luar negeri yang cukup kuat, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang, juga menjadi indikator awal bagi mulai berkembangnya sektor riil.Hubungan yang saling menunjang dan memperkuat antara kondisi makro ekonomi dan mikro ekonomi, merupakan suatu proses yang bertahap dan saling mengisi namun berjalan cukup pasti. "Ketidaksabaran dan harapan tinggi dari berbagai pelaku ekonomi untuk melihat proses keterkaitan yang lebih cepat dan instan antara perbaikan tingkat makro dan sektor riil, merupakan indikator yang kuat justru adanya potensi kebangkitan di sektor riil itu sendiri," katanya.Pemerintah terus memantau dan mendengar secara serius keluhan dan harapan pelaku usaha di sektor riil, dan berusaha terus mengembangkan kebijakan yang responsif dan fleksibel, agar keluhan dapat ditangani dan harapan dapat diwujudkan. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads