Banjir Lumpuhkan Bisnis Jakarta
Jumat, 02 Feb 2007 09:18 WIB
Jakarta -
Banjir yang mengepung Jakarta mengancam melumpuhkan aktivitas dunia usaha. Orang kantor banyak yang memilih absen ke kantor. Yang nekat, terjebak banjir di jalanan.Hampir sebagian besar perkantoran di kawasan Segitiga Emas (Thamrin- Sudirman-Kuningan) praktis belum beroperasi secara normal. Sebagian besar karyawan yang berkantor di pusat bisnis Jakarta itu, belum tiba di kantor."Ya kantor kami masih sepi. Pimpinan sudah menelepon untuk meliburkan karyawan," ujar seorang petugas sekuriti sebuah perusahaan di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/2/2007). "Kami tugas sejak semalam, saat ini baru beberapa gelintir karyawan saja yang sudah tiba di kantor," tambahnya.Warga perumahan Bintaro Permata Bintaro Sektor 9, Tangerang misalkan, juga memilih untuk tidak masuk kerja. Bahkan kebanyakan orang tua melarang anaknya masuk sekolah.Jumat (2/1/2007) hingga pukul 08.45 WIB, jalanan di komplek perumahan menengah ke atas itu masih digenangi air setinggi hingga 60 Cm. Pada pukul 02.00 dini hari, genangan bahkan mencapai 1 meter."Air bahkan sudah masuk ke dalam rumah hingga setinggi 30 Cm. Namun saat ini sudah surur," ujat Kater Kartasasmita, warga Bintaro Permata kepada detikcom. Kater pun juga memilih tidak ke kantor. Warga di kawasan Deplu Raya, Jakarta Selatan, juga terjebak banjir. Jalan Deplu Raya itu digenangi air setinggi dada orang dewasa. Sebagian besar warga di situ memilih tidak ke kantor.Banjir dan kusutnya jalanan Jakarta hampir dipastikan melumpuhkan bisnis Jakarta. Entah berapa nilai kerugiannya.
(qom/qom)










































