Pinjaman Tanpa Batas dari JBIC untuk Biofuel
Senin, 05 Feb 2007 12:11 WIB
Jakarta -
Japan Bank for International Cooperation (JBIC) siap memberikan pinjaman tanpa batas untuk pengembangan biomass/biofuel di Indonesia. Pinjaman ini bisa disalurkan melalui lembaga keuangan, pemerintah ataupun perusahaan swasta di Indonesia. Hal ini disampaikan Toyoaki Fujita, Direktur Jenderal Internasional Finance Departemen JBIC dalam 'Workshop on Strategic Partnership on Biomass/biofuel' di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Senin (5/2/2007)."Tidak ada batasan (pinjaman) untuk mendukung proyek ini dari JBIC," kata ToyoakiBerdasarkan presentasi JBIC, Jepang memang akan mendukung hal-hal teknis dan keuangan dalam pengembangan biomass/biofuel di Indonesia. Imbalannya, Indonesia akan menjamin suplai minyak, gas alam dan batubara ke Jepang secara berkelanjutan. Fujita menjelaskan, pihaknya sudah bertemu dengan Pertamina, PLN dan perbankan nasional untuk membahas proyek ini. Rencananya, siang ini akan diadakan forum diskusi yang mempertemukan JBIC dan para pengusaha biomass dan biofuel dari Indonesia dan Jepang. Bentuk pinjaman dari JBIC ini tidak murni soft loan atau commercial loan. "Ada di tengah-tengah antara soft loan dan commercial loan," tambahnya.Namun pinjaman baru akan diberikan jika proyek tersebut memenuhi kelayakan scara keuangan. Workshop ini merupakan tindak lanjut dari joint statement antara pemerintah Indonesia dan Jepang yang diteken November 2006 lalu. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro yang menjadi pembuka acara berharap, workshop ini bisa memberi kesimpulan yang membangun untuk proyek ini. "Saya percaya proyek ini bisa terlaksana sehingga bisa memecahkan masalah energi saat ini," pesannya.Pada 2025, ditargetkan porsi penggunaan biofuel di Indonesia mencapai 5 persen.
(qom/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































