Banjir Jakarta
PLN Kehilangan Rp 51 Miliar
Senin, 05 Feb 2007 15:16 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kehilangan kesempatan untuk menjual listrik seharga Rp 51 miliar selama tiga hari terakhir, akibat banjir yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya. Namun PLN menolak menyebut angka itu sebagai kerugian.Gara-gara banjir, PLN kehilangan kesempatan untuk menjual listriknya yang bernilai Rp 17 miliar per hari terhitung sejak hari Jumat 2 Februari hingga Minggu 4 Februari."Ini bukan kerugian tapi kita kehilangan kesempatan untuk menjual listrik," kata Dirut PLN Eddy Widiono saat jumpa pers di Gedung PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (5/2/2007).Pengurangan beban pemakaian listrik mencapai 1000 MW per hari. Sebelum banjir beban listrik PLN biasanya 4.000 MW, tapi setelah banjir beban listrik langsung turun menjadi 3.000 MW. Bencana banjir ini diakui lebih parah daripada banjir tahun 2002. Tahun 2002 PLN hanya memadamkan 1.800 gardu listrik, tapi pada 2007 PLN memadamkan lebih dari 2.000 gardu dan 3 gardu induk yang berdampak pada 1 juta pelanggan. Gardu yang dipadamkan yakni sebanyak 1.510 gardu di Area Jaringan (AJ) Gambir, 77 gardu di AJ Kebayoran, 187 gardu di AJ Tangerang, 330 gardu AJ Kramat Jati. Dan sebanyak 379 gardu di Bekasi, Purwakarta dan Tangerang padam. Hingga pukul 12.00 hari ini tercatat 2.104 gardu masih padam.Walaupun terkena dampak yang lebih parah, pemulihan pasokan listrik tahun ini ditargetkan lebih cepat dari tahun 2002. Pada tahun 2002 pemulihan bisa dilaksanakan selama 10 hari sedangkan kali ini ditargetkan dilakukan dalam 1 minggu sejak air surut di daerah pelanggan listrik bisa kembali menyala.Untuk itu, PLN akan mengerahkan 500 petugas termasuk bantuan dari daerah distribusi Jawa Barat dan Jawa Tengah.
(ddn/qom)











































