Tanjung Priok Lumpuh
Eksportir Rugi Ratusan Miliar
Selasa, 06 Feb 2007 12:35 WIB
Jakarta - Aktivitas ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok terhenti akibat terendam banjir. Banyak eksportir yang tidak bisa mengirim barangnya ke luar negeri. Kerugian yang diderita eksportir bisa mencapai ratusan miliar rupiah."Hampir 50 persen aktivitas ekspor kita macet di Tanjung Priok, di pelabuhan lain tidak ada masalah," ujar Ketua Ketua Umum Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Amiruddin Saud ketika dihubungi detikFinance, Senin (6/2/2007).Eksportir hanya bisa pasrah. Mereka sudah menghubungi rekannya di luar negeri untuk memahami bencana yang terjadi di Jakarta."Kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita hanya bisa menunggu air surut," ujarnya.Sebagian pengusaha yang berada di Jepang, Eropa, AS dan negara lain menurut Amiruddin bisa memahami kondisi ini. Namun ada juga yang tetap ngotot minta dikirimi barang.Selain ekspor, aktivitas impor juga terganggu. Namun menurut Amiruddin yang juga Ketua Umum Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), dampak banjir terhadap aktivitas impor tidak separah dampak terhadap ekspor.Barang-barang dari luar negeri tetap bisa bongkar di Pelabuhan Tanjung Priok meskipun tidak seluruhnya.
(ddn/qom)











































