Kapal Pengangkut Beras Impor 2 Hari Mangkrak di Tanjung Priok
Selasa, 06 Feb 2007 15:15 WIB
Jakarta -
Dua buah kapal pengangkut beras impor dari Vietnam sudah sampai di pelabuhan Tanjung Priok sejak dua hari lalu. Namun aktivitas bongkar muat terpaksa tertunda karena jalur distribusi terhambat banjir. Kapal-kapal itu memuat masing-masing 6 ribu ton beras impor."Saat ini sudah ada impor yang datang, tapi sudah dua hari di pelabuhan, tertahan. Itu belum bisa diapa-apakan karena jalanannya masih kena banjir," kata Dirut Bulog Widjanarko Puspoyo.Ia menyampaikan hal itu saat mengunjungi posko dapur umum di bekas gedung Jatinegara Plasa, Jakarta Timur, Selasa (6/2/2007). Posko dapur umum ini bekerjasama dengan Bank Mandiri dan Kodim 0505 Jakarta Timur. Kodim memberi bantuan alat masak dan transportasi. Bulog juga membuka posko di Ciledug, Sunter, Bekasi, Cipinang dan kantor pusat di Jalan Gatot Subroto. Di dapur umum Jatinegara, hari ini membagikan 1.000 nasi bungkus ke korban banjir di posko RW VII, SD 01 Kebon Pala dan Rusun Bidaracina.Widjanarko didampingi Direktor Korporasi Bank Mandiri Abdul Rachman dan Dandim 0505 T. Benny Firmansyah. Kunjungan dimulai pukul 13.40 WIB. Bulog juga menyiapkan 100 ton beras untuk membantu korban banjir, diluar beras yang dialirkan melalui Departemen Sosial. "Jadi ini dari Bulog sendiri," katanya.Widjanarko mengaku masih menghitung berapa banyak pengaruh banjir kali ini terhadap pasokan beras nasional. Data yang diperoleh baru dari Jabar yang menyatakan 20 persen sawah terendam. Untuk operasi pasar (OP) beras kali ini, Widjanarko mengungkapkan, jumlahnya 10 kali lebih besar dari kapasitas tahun lalu yakni 76 ribu ton. Sedangkan cadangan beras pemerintah untuk bencana, OP dll mencapai 100 ribu ton. Dan raskin untuk Februari adalah 168 ribu ton. "Kita lihat pengaruhnya. kalau tidak berpengaruh, harga bisa tidak turun," tambahnya. Namun untuk wilayah Jakarta tidak akan menambah raskin, dan hanya mempercepat waktu pemberiannya. "Kalau mau nambah darimana?" cetusnya.OP di Jakarta akan terus dlakukan meski transportasi kurang lancar. Jika ternyata pasokan di Jakarta sampai kurang, akan diambil dari Serang, Cikande dan Bitung. OP akan terus dilakukan hingga harga beras mencapai Rp 4.000-4.200 per kg, dari yang saat ini masih Rp 4.600/kg. Terkait impor, Widjanarko mengatakan masih memungkinkan, dalam rangka memenuhi konsumsi nasional yang 2,5 juta ton, kemampuan Bulog baru 360 ribu ton. "Logikanya, untuk memenuhi konsumsi, bisa dari lokal ataupun impor. Dengan kemampuan Bulog itu, kemampuan kita untuk menurunkan harga terbatas," tandasnya.
(qom/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































