Banjir Jakarta
Industri Rugi Rp 1 Triliun
Selasa, 06 Feb 2007 18:49 WIB
Jakarta - Bencana banjir memberi dampak yang sangat buruk bagi industri. Arus keluar masuk barang sulit, sementara infrastruktur rusak. Kerugian industri akibat banjir diperkirakan mencapai Rp 1 triliun. Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi usai rapat koordinasi bersama Menteri Perdagangan di kantor BPEN, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (6/2/2007).Menurut Sofyan, dalam lima hari terakhir, banyak masalah yang dihadapi oleh dunia usaha. Pertama, masalah akses transportasi untuk arus keluar masuk barang menjadi terhambat. Kedua, banyak karyawan yang tidak masuk sehingga dapat meghambat produktivitas pengusaha.Ketiga, listrik yang padam. Keempat, matinya saluran telepon."Bencana yang terjadi dalam lima hari terakhir berdampak sangat buruk untuk aktivitas industri di Jakarta, karena tidak hanya ekspor impor saja yang terganggu. Tapi juga arus masuk barang dari luar Jakarta," ujar Sofjan.Ia mengungkapkan, banyak pengusaha di luar Jakarta yang takut mengirimkan barangnya ke Tanjung Priok dikarenakan akses yang sulit. Untuk itu, Sofyan mewakili para pengusaha bersama Menteri Perdagangan berkoordinasi dengan Polda dan Departemen Perhubungan mengadakan rapat koordinasi utuk mengatasi kesulitan-kesulitan pengusaha akibat banjir. Kesulitan itu adalah arus barang dan juga masalah keamanan. Dalam rapat tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman menjamin arus barang baik ekspor maupun impor akan terjaga keamanannya. Nilai kerugian yang disebut diestimasikan hanya untuk industrinya saja selama enam hari terakhir. Sementara Mendag Mari Pangestu berjanji akan meminimalisir kerugian yang akan diterima pengusaha. "Kami berusaha agar kerugian pengusaha tidak bertambah lebih besar lagi," tandasnya.
(qom/qom)











































