Pasokan Barang ke Jakarta Seret
Rabu, 07 Feb 2007 09:54 WIB
Jakarta - Stok makanan dan minuman di Jakarta belum aman. Para pemasok terutama dari luar pulau Jawa belum berani mengirim barangnya ke Jakarta. Para produsen bahan makanan terancam kehabisan bahan baku."Sopir-sopir setelah melihat gambar Jakarta banyak yang belum mau ke Jakarta. Karena kesan orang luar, mereka berpikiran Jakarta itu tenggelam," ujar Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) Thomas Darmawan dalam perbincangannya dengan detikFinance, Rabu (7/2/2007).Menurut Thomas, yang paling terkena dampak akibat banjir adalah perdagangan antar pulau. Sementara untuk kegiatan ekspor, yang terkena dampaknya hanyalah ekspor yang dijadwalkan pada minggu ini. "Karena biasanya ekspor itu ada jadwal khususnya," ujarnya.Thomas mengakui, pasokan bahan-bahan makanan dari luar Jawa hingga saat ini belum ada yang masuk. Sementara dari Jawa Barat dan Jawa Tengah sudah ada sebagian yang masuk.Berdasarkan pengalaman banjir 5 tahun lalu, Thomas menjelaskan, industri UKM yang paling terkena dampak adalah produsen tahu dan tempe. "Karena mereka umumnya berlokasi di pinggir sungai. Contohnya di Mampang," ujarnya.Jika mereka tidak bisa memroduksi karena daerahnya banjir, Thomas khawatir, stok kedelai bisa-bisa berubah menjadi kecambah. Padahal umumnya UKM itu hanya menyetok kedelai untuk jangka pendek beberapa hari saja. "Jadi saya mengusulkan agar pemerintah dan Bulog membantu," ujarnya.Ia mengakui, banjir telah menyebabkan terganggunya distribusi makanan dan minuman ke para ritel. Selain itu, masalah yang dikeluhkan para pengusaha adalah padamnya listrik. "Padahal kalau pengusaha makanan dan minuman sangat perlu listrik untuk menyimpan daging, es krim dan lainnya," tambahnya.
(qom/ir)











































