130.115 Ha Sawah Terendam Banjir
Rabu, 07 Feb 2007 12:56 WIB
Jakarta - Hingga tanggal 6 Februari 2007, sebanyak 130.115 hektar (ha) lahan sawah di seluruh Indonesia terendam banjir. Bahkan 35.124 ha gagal panen atau puso. Meskipun demikian, pemerintah tetap menjamin pasokan beras aman.Jumlah sawah yang terendam banjir tahun ini lebih sedikit bila dibandingkan dengan tahun 2005-2006. Tahun 2005-2006, sebanyak 177.794 ha sawah terendam banjir dengan 48.895 ha padi gagal panen."Berdasaran data per 6 Februari 2007 dibandingkan tahun 2005 dan 2006 lalu luas sawah yang terkena banjir tidak lebih besar. Jadi dari sisi ini aman," ujar Menteri Pertanian Anton Apriantono usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (7/2/2007).Rapat yang membahas ketahanan pangan dan peningkatan produksi beras ini juga dihadiri oleh Mendag Mari E Pangestu, Menko Perekonomian Boediono, dan Dirut Bulog Widjanarko Puspoyo.Mentan menambahkan panen raya diperkirakan akan berlangsung Maret hingga Mei 2007. Produksi pada bulan Maret diprediksi sebanyak 4,3 juta ton, dengan konsumsi bulanan rata-rata 2,6 juta ton maka ada surplus beras sebanyak 1,7 juta ton.Bulan Maret produksi beras mencapai 5,9 juta ton, maka surplusnya sebesar 3,3 juta ton. Namun di bulan Februari ini bakal ada defisit sebanyak 370 ribu ton. "Itu akan ditutupi dengan operasi pasar dan raskin," ujarnya.Menko Perekonomian Boediono menambahkan pemerintah pada bulan Februari dan Maret ini akan terus memantau sitasi beras untuk jengak pendek dan menengah termasuk harga dan stok persediaan beras."Kita akan menstabilkan harga beras sampai ke tingkat normal. Memang di Jakarta masih terdapat kenaikan tapi untuk daerah-daerah lain sudah berhasil kita turunkan," ujarnya.Operasi pasar beras terus digelar. OP akan dilaksanakan secara langsung kepada masyarakat atau melalui pengecer di pasar-pasar. "Harga beras akan kita amankan sampai panen mendatang," ujarnya.Boediono menambahkan beras impor yang sudah masuk pada Februari ini sudah mencapai 138.000 ton. Dalam waktu dekat ini akan masuk lagi sebanyak 350 ribu ton. Menurut Boediono beras impor akan digunakan untuk menutupi persediaan beras yang defisit pada bulan Februari.
(ddn/qom)











































