RI Petakan Musuh Bisnis di ASEAN

RI Petakan Musuh Bisnis di ASEAN

- detikFinance
Rabu, 07 Feb 2007 13:48 WIB
Jakarta - Indonesia terus berbenah diri menyambut ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang dimajukan ke tahun 2015 dari semula 2020.Departemen Perindustrian (Depperin) memetakan musuh ekonomi di kawasan ASEAN yang akan menjadi pesaing berat produk Indonesia.Dari 10 negara ASEAN, Depperin menilai 5 negara harus diwaspadai karena pertumbuhan industri strategisnya bersaing ketat dengan Indonesia.Kelima negara yang menjadi musuh Indonesia itu adalah, Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura dan Vietnam. Sepuluh industri unggulan Indonesia yang bersaing dengan lima negara itu adalah industri makanan, minuman dan tembakau. Industri tekstil dan produk tekstil. Industri barang kayu dan hasil hutan.Industri pupuk, kimia dan barang karet. Industri semen dan galian barang logam. Industri logam dasar dan besi baja. Industri mesin perkakas mobil. Industri permesinan, industri elektronik dan industri IT.Demikian penjelasan Sekjen Depperin Agus Tjahayana saat rapat kerja dengan Komisi VI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (7/1/2007).Untuk industri makanan, minuman dan tembakau, Indonesia bersaing seimbang dengan Vietnam, Singapura, Filipina. Sementara dengan Malaysia persaingan cukup ketat karena negara itu banyak memiliki Multinational Company (MNC). Begitupula dengan Thailand yang industri lokalnya banyak menjadi MNC. "Ini yang harus diwaspadai," tukas Agus.Industri tekstil dan produk tekstil Indonesia bersaing ketat dengan Thailand karena negara itu memiliki serat benang sintetis yang cukup kuat. Sementara dengan Malaysia, Indonesia masih cukup kuat tapi dengan Vietnam cukup berbahaya."Untuk itu perlu restrukturisasi permesinan, kalau tidak Vietnam tampil dan kita kalah," kata Agus.Industri barang kayu dan hasil hutan Indonesia bersaing ketat dengan Thailand dan Malaysia terutama Malaysia yang unggul dengan karetnya. Dengan Filipina posisi Indonesia seimbang. Indonesia menang dengan Singapura dan bersaing ketat dengan Vietnam."Lucunya di Vietnam itu menggunakan bahan kayu dari Indonesia. Kuncinya adalah dengan memberantas illegal logging dan faktor desain," jelas Agus.Industri pupuk, kimia dan barang karet Indonesia bersaing ketat dengan Thailand. Meski negara itu tidak mempunyai bahan baku namun didukung oleh perusahaan MNC. Di industri ini Indonesia bersaing ketat dengan Singapura dan Malaysia. Sementara dengan Vietnam dan Filipina, Indonesia masih unggul.Industri semen dan galian barang logam Indonesia menang dari Malaysia dan Filipina. Dengan Singapura dan Vietnam bersaing ketat. Sementara Thailand dengan Siam Cement akan masuk ke Indonesia. "Tapi tampaknya Siam perlu waktu lama," ujar Agus.Industri logam dasar dan besi baja Indonesia menang dengan Malaysia, Filipina dan Singapura. Sementara Vietnam perlu diwaspadai. Saat ini Indonesia bersaing ketat dengan Thailand karena negara itu didukung oleh sektor konstruksi dan alat angkut.Industri mesin perkakas mobil Indonesia kalah dengan Thailand, dan dalam posisi sedang menyusul. Sementara dengan Malaysia masih seimbang tapi dengan Singapura dan Filipina, Indonesia masih unggul.Industri permesinan Indonesia juga masih di bawah Thailand karena Negeri Gajah Putih ini didukung produk permesinan agrikultur.Industri elektronik ASEAN dikuasai oleh pemain besar MNC asal Jepang yang di menyebar pabrik-pabriknya di ASEAN. Dengan Thailand, posisi Indonesia seimbang namun kalah dari Malaysia dan Singapura. Indonesia menang dari Filipina dan posisi Vietnam harus diwaspadai.Industri IT Indonesia dalam posisi seimbang dengan Thailand dan Filipina. Namun kalah dengan Malaysia dan Singapura dan unggul dari Vietnam. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads