Penjualan BBM Turun 20-30%, Pertamina Kehilangan Rp 100 M

Penjualan BBM Turun 20-30%, Pertamina Kehilangan Rp 100 M

- detikFinance
Rabu, 07 Feb 2007 14:35 WIB
Jakarta - Banjir menyebabkan penjualan BBM turun hingga 20-30 persen. Pertamina pun kehilangan kesempatan untuk menjual produk BBM hingga Rp 100 miliar selama empat hari."Ini bukan kerugian, tapi kita jadi kehilangan kesempatan untuk menjual," ujar Deputi Direktur Pemasaran dan Distribusi Pertamina Hanung Budya dalam konferensi pers di kantor Depo Plumpang, Jakarta Utara, Rabu (7/2/2007).Akibat banjir dan sekitarnya, penyaluran dan distribusi Pertamina menurun. Untuk jenis solar, penyalurannya berkurang hingga 58 persen, yakni dari biasanya 2.600 kiloliter (KL) per hari, menjadi hanya 1.512 KL. Sedangkan premium penyalurannya turun sekitar 85 persen dari biasanya 9.500 KL/hari menjadi 7.900 KL/hari. Untuk minyak tanah, penyalurannya turun sekitar 86 persen yakni dari biasanya 5.500 KL/hari menjadi 4.700 KL/hari. Menurut Hanung, pengurangan ini bukan karena stok yang berkurang, tapi justru karena demand yang menurun. Bahkan premium dan minyak tanah turun drastis. "Yang pakai premium mobilnya nggak jalan, yang pakai minyak tanah pada ngungsi. Jadi memang permintaannya yang berkurang," ujar Hanung.Stok BBM nasional sangat cukup yakni premium cukup untuk 20,4 hari, minyak tanah 26,2 hari, solar 25,4 hari. Untuk stok UPMS III yang meliputi Jakarta dan sekitarnya, premium 9,8 hari, minyak tanah 9,1 hari, solar untuk 12,3 hari. Hanung menjelaskan, meski ada banjir, namun stok di depo Plumpang tetap aman karena selain dipasok dengan truk tangki, juga disalurkan dari Balongan dengan pipa. Kapasitas pipa dari Balongan ke depo Plumpang mencapai 250 KL per jam. Meski stok depo Plumpang aman, namun Pertamina akan tetap melakukan antisipasi dengan mengerahkan stok dari Cikampek, Balongan, Padalarang, Ujung Berung dan Tanjung Berem. Kelima depo tersebut selain masih bisa memasok untuk wilayah sekitarnya, juga mampu memasok 50 persen untuk Jabotabek. "Sehingga bisa menurunkan beban Plumpang," ujar Hanung. (qom/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads