BI Waspadai 'Banjir' Inflasi
Rabu, 07 Feb 2007 15:51 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mewaspadai kenaikan inflasi bulan Februari akibat banjir bandang di Jabodetabek yang telah melumpuhkan kegiatan ekonomi."Dugaan kami demikian (naik), karena berdasarkan pengalaman 2002 di saat terjadi banjir inflasi juga meningkat. Tapi kita lihat saja yang ini," kata Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah.Hal itu disampaikan Burhanuddin saat memberikan hasil penelitian mengenai pengembangan komoditas unggulan UMKM di Provinsi Banten kepada Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (7/2/2007). Mengenai penurunan BI Rate 0,25 persen menjadi 9,25 persen di tengah ancaman tingginya inflasi, Burhanuddin mengaku kebijakan tersebut dilakukan untuk mendorong kredit di sektor rill."Kita melihat ada kekakuan di sisi penawaran dengan melihat banyaknya dana perbankan yang disimpan di SBI, berarti permintaan kredit sektor rill belum berkembang. Juga tugas kita adalah bagaimana menyesuaikan masalah kekakuan penawaran pada sektor rill," papar Burhanuddin.
(ir/qom)











































