Elpiji Eceran Tak Naik, Pertamina Mengaku Rugi Rp 2 Triliun
Rabu, 07 Feb 2007 16:14 WIB
Jakarta -
PT Pertamina (persero) mengaku bisa menderita kerugian hingga Rp 2 triliun per tahun jika harga elpiji untuk tabung 12 kg tidak dinaikkan. Pertamina masih menunggu restu pemerintah untuk menaikkan harga elpiji."Tergantung restu pemerintah, kalai pemerintah kasih izin, kita naikkan," kata Deputi Direktur Pemasaran dan Distribusi Pertamina Hanung Budya dalam konferensi pers di kantor Depo Plumpang, Jakarta Utara, Rabu (7/2/2007).Pertamina masih mensubsidi 950 ribu ton per tahun. Saat ini harga elpiji untuk tabung 12 kg sebesar Rp 4.250/kg. Padahal harga keekonomianya berkisar Rp 6.500/kg. Artinya, Pertamina memberikan subsidi sekitar Rp 2.250/kg. "Tapi subsidi itu fluktuatif, tergantung harga internasional," ujarnya. Menurut Hanung, jika harga elpiji tabung 12 kg tidak dinaikkan, akan merusak mekanisme pasar. Karena jika harga elpiji tabung 12 kg tidak naik, maka Pertamina akan menjual elpiji tabung 3 kg dengan dua harga yakni harga subsidi dan non subsidi. "Kalau begitu kan malah merusak pasar," tegasnya.Selain harga elpiji tabung 12 kg dan 3 kg yang masih bersubsidi, untuk harga industri sudah hampir mencapai harga keekonomian. Konversi ElpijiPertamina memrediksi realisasi konversi 1 juta kiloliter (KL) minyak tanah menjadi 560 ribu ton elpiji hanya akan terelisasi 75 persen. "Karena sampai sekarang kompor saja belum ada, paling nanti realisasinya hanya 75 persen," ujar Hanung.Konversi ini terus molor yakni dari semula ditargetkan rampung Januari, mundur menjadi maret 2007 dan kemudian mundur lagi hingga April 2007.Jika hanya terelisasi 75 persen, artinya hanya 750 ribu KL minyak tanah yang akan dikonversi sehingga jumlah keluarga yang akan menerima kompor dan tabung gratis berkurang.Untuk pasokan tabung gas, Pertmina sudah punya stok sebanyak 500 ribu ton tabung gas. Stok ini merupakan hasil tender pada Desember 2006 lalu. "Sudah ada 7 perusahaan produsen tabung gas yang menyatakan siap membantu," tandas Hanung.
(qom/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































