Banjir, Inflasi Jakarta Meroket
Kamis, 08 Feb 2007 15:10 WIB
Jakarta - Distribusi yang macet gara-gara banjir akan menyebabkan kenaikan harga yang cukup signifikan di daerah DKI Jakarta. Pemerintah memprediksi inflasi di Jakarta akan lebih tinggi dibanding daerah lainnya.Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Boediono usai rapat dengan Panitia Ad Hoc (PAH) II dan PAH IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (8/2/2007)."Saya rasa banjir yang terjadi di Jakarta akan menyebabkan inflasi di Jakarta lebih tinggi akibat terganggunya pasokan barang," ujarnya.Sekadar catatan saja, inflasi di Jakarta selama 3 bulan terakhir selalu rendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tertinggi bulan November 2006 terjadi di Palangkaraya sebesar 2,65 persen, inflasi di Jakarta sebesar 0,19 persen.Sibolga mencatat sebagai daerah yang inflasinya tertinggi pada bulan Desember 2006 sebesar 3,37 persen, sementara DKI Jakarta inflasinya 1.31 persen.Pada bulan Januari 2007, inflasi tertinggi di Ternate sebesar 3,9 persen, sementara di Jakarta 0.72 persen.Ketika ditanyakan apakah bencana banjir ini akan berpengaruh terhadap angka kemiskinan, Boediono yakin hal itu tidak akan terjadi. "Kami mengusahakan agar semuanya berjalan dengan baik," ujarnya.Boediono meminta agar DPD ikut bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk mengendalikan inflasi. Dukungan pemerintah daerah juga perlu. Pemerintah daerah wajib menjaga harga di daerah masing-masing terutama bahan pokok."Pengendalian inflasi sangat penting dan perlu dukungan dari pemerintah daerah untuk menjaga harga barang," ujar Boediono.
(ddn/qom)











































