PLN akan Bangun Transmisi Listrik Sumatra ke Jawa
Kamis, 08 Feb 2007 17:05 WIB
Jakarta - PLN berencana membangun transmisi pengaliran listrik dari Sumatera ke konsumen di Jawa setelah proyek PLTU Bangko Tengah di Sumsel selesai.Hal ini terkait dengan daya listrik yang dihasilkan PLTU Bangko Tengah yang terlalu besar untuk kebutuhan Sumatra Selatan, sedangkan kebutuhan Jawa sangat besar. Proyek ini ditargetkan selesai dibangun pada 2010."Karena ini pembangkitnya di Sumatra, dan bebannya di Jawa. Pembangkit ini ukurannya demikian besar, tidak bisa digunakan untuk Sumatra saja." kata Direktur Utama PLN, Eddie Widiono di sela-sela seminar kelistrikan di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (8/2/2007).Jenis transmisi yang akan dibangun adalah arus searah. Sehingga nanti akan dibangun converter di Sumatra dan inverter di Jawa. Converter merupakan alat yang mengubah arus dua arah menjadi arus searah. Sedangkan inverter adalah alat yang mengubah arus searah kembali menjadi dua arah sehingga bisa didistribusikan ke pelanggan.Jenis arus searah ini baru pertama kali akan digunakan di Indonesia. Arus ini dipilih karena paling ideal untuk mengalirkan daya yang besar dalam jarak yang jauh."Karena ini cara paling efisien untuk transmisi daya besar jarak jauh," ujarnya.Nantinya, transmisi ini akan bertegangan hingga 400-500 KV arus DC (searah). Menurut Eddie, untuk pembangunan ini dibutuhkan dana sekitar US$ 600-700 juta hanya untuk kabel dan transmisi. Sedangkan mencakup pembangunan converter dan inverter bisa sampai US$ 1,1 miliar.Pembangunan transmisi ini juga permintaan dari perusahaan Cina yang selama ini menjadi pengembang PLTU Bangko Tengah. Perusahaan Cina ini berharap ada jaminan listrik yang dihasilkan PLTU Ini bisa sampai ke konsumen di Jawa. Bahkan sudah ada bank dari Cina yang bersedia mendanai proyek ini. "Makanya kalau mereka bangun, diharapkan ada jaminan bisa dialirkan sampai Jawa. Karena kalau tidak, walau ada take or pay atau apa, ini bisa jadi risiko," kata Eddie.Hingga saat ini belum ada keputusan tentang siapa yang akan bertanggung jawab, apakah Cina atau PLN. Eddie menyatakan, jika PLN ditunjuk, maka pihaknya siap mencari sumber pendanaan yang lain.Sedangkan untuk pendanaan crash program 10 ribu MW untuk wilayah di luar Jawa Bali, Eddie menyatakan sudah bertemu dengan beberapa bank Indonesia. Diantaranya adalah Bank Mandiri, BNI, Bukopin, dan BRI.
(lih/ir)











































